Senin, 13 Desember 2010

Buku Harian Diaz : Pesan Pertama untuk Rena

Aku sadar mgkn aku hanya org baru yg tiba2 hadir di hidupmu.
Yg aq sesalkan,hingga rasa itu datang, aq tak jua mengenaLmu
seperti mereka tau siapa km.
Ini bodoh ketika aq trjebak dlm perasaan takut untuk memulai
dari mana kisah yg tiba2 tertulis utkQ.bahkan aku akui aq
sangat2 bingung andaikan kau tak menginginkanQ sedangkan
hatiQ msh tak mau brnjak pergi.
hingga saatnya nanti mgkn aq tak bisa menyiapkan satu pun
alasan knp aq harus mnyayangimu.tapi aku yakin km akan tau
ketika rasa itu tertinggal dan kamu mulai merasakan alasan utkQ
menginginkan hatimu..
Km mgkn tak kan mengerti jika saja ada 1 hari utkQ belajar
mngenal km,meyakinkanmu bahwa hati ini tak prnh salah,utk
mengawali atau bahkan mengakhiri sesuatu yg hanya ada dlm
khyalanQ, dan mgkin jadi satu hari terakhir ketika aq hrs
menerima bahwa aq tetaplah seorang yg tak mengenalmu,yg
tak pantas utk menemanimu...

Jumat, 03 Desember 2010

Ternyata Sulit Membagi Rasa

ternyata sulit membuat orang lain merasakan yg kita rasakan...

Saat lama gak bertemu seseorang yg spesial, kadang kita akan merasa saaaangaaaattt kangen sm dia. Pengen segera ketemu, melepas rindu. Kadang malah hatimu merasa trenyuh ketika kamu ternyata hanya bisa mengingat wajahnya dan tak bisa langsung menatapnya saat itu.
Namun, apa orang itu merasa demikian??
Lama gak ketemu sama kamu,mungkin aja itu akan mengubah hatinya.
Jangankan pengen ketemu,mungkin malah dia disana sedang bersuka ria tanpa teringat akan kamu yang selalu merindukannya.
Disatu tempat kamu membayangkan tentang dia,di tempat lain dia mencoba melupakanmu.

Pernahkah kamu tersenyum sendiri ketika mengingat kejadian berkesan bersama orang yang spesial di hatimu?
Mungkin di sisi lain,jangankan tersenyum,dia malah pengen banget melupakan apa yang pernah terjadi di antara kalian..

Saat kamu bareng sama dia,pernahkah kamu merasa sangat nyaman,sampai2 ingin rasanya kamu menghentikan waktu agar bisa berlama-lama dengannya??
Apa kamu tau,ketika dia mencoba membuatmu nyaman,bisa saja hatinya sedang bergejolak. Jangankan ingin menghentikan waktu,dia mungkin bakal menekan tombol next berkali-kali agar waktu cepat berlalu.
Jangankan merasa nyaman, padahal dia sedang menahan rasa BT yang amat sangat mengganggu ketika berada di sampingmu.

Ternyata susah ya membagi perasaan yang kita rasakan,,,

Jumat, 26 November 2010

Buku Harian Diaz : Untuk Dikenang

1 lagi hari yang telah kita lalui berdua.itu artinya berkurang sehari jatah kita untuk bersama.
Sejauh ini aq merasa menjadi orang yang paling bahagia&beruntung bisa mencintaimu.
Bagaimana denganmu??

Andai aku tak salah mengingat, aku belum pernah bisa membuatmu tertawa lepas. Aku belum bisa membuatmu terlihat bahagia bersamaku. Aku mencoba, berusaha, dan terus melakukan sesuatu yang sekiranya baik untuk ku lakukan.

Aku berharap bisa mengingat semua cerita yang pernah terjadi di antara kita. Saat kita berdua berada di keramaian Taman Pintar sore itu, saat kita melewati lorong bawah tanah Taman Sari sambil makan es krim, saat melewati kemacetan Jogja bersamamu, saat kita makan batagor yang bikin perut kita sakit, semuanya...

Mungkin memang gak banyak kenangan yang bisa aku tinggalkan diingatanmu sampai detik ini. Namun, aku selalu berharap kamu akan mengingatnya.

Aku mencoba membuat sesuatu yang berkesan walau pada akhirnya hanya hal biasa saja yang terjadi.

Maafkan aku atas semua kekecewaan yang mungkin terjadi di hari-harimu saat bersamaku. Aku akan terus berusaha semampuku mengukir cerita dari hati kita. aku mencatatnya, berusaha mengingatnya. Kamu juga harus demikian...
Ingatanmu jauh lebih baik dari ku.
Catatan ini mungkin suatu saat bisa membantumu mengingat hari-hari yang pernah kita lalui bersama.sedikit kenangan yang bisa jadi pelajaran di masa depan kita. Sesuatu yang mungkin berharga ketika yang kamu peluk sudah bukan lagi ragaku, yang kamu genggam bukan lagi tanganku, yang ada dipikiranmu bukan lagi namaku, di hatimu bukan lagi hatiku, dan ceritamu sudah bukan lagi tentangku... Berusahalah untuk mengingat,,,

aku gak akan lupa saat kamu mencubit tangan kananku hingga muncul setitik warna biru, sakit, tapi dihiasi tawa karena kenakalanku. Atau saat pertama kamu mencium pipiku dan malamnya aku gak bisa tidur. Juga saat aku berusaha membuatmu menatap mataku sambil memaksamu bilang 'aku sayang kamu'.

Akan ada sedikit senyum saat kamu mengingatnya suatu saat nanti. Menjadikan itu sebagai sedikit cerita indah dimasa remaja kita.

Rabu, 24 November 2010

proses

Semua yang terjadi di dunia ini adalah rangkaian dari sebuah proses. Semua proses menjadi jalan melengkapi hidup anda.

Dalam kehidupan proses itu akan menyelimuti bermacam hal,termasuk dalam hal asmara.

Misalnya Diaz, yang selama ini menanti konklusi dari proses yang dilaluinya. Dia berada dalam satu kebimbangan ketika didapati orang yang menjadi pacarnya bukanlah orang yang sejak awal menyayanginya.

Pacar sendiri merupakan proses transformasi status hubungan dalam komunikasi antar manusia.
Dari pertemanan menjadi sedikit lebih istimewa.

Kadang kala anda akan mengalami kejadian dimana proses seakan mempermainkan anda. Setelah menjalani suatu hubungan yang sedikit lebih istimewa dari berteman, anda harus mengakhirinya dengan kata 'putus'. Suatu ending dari sebuah proses yang sebenarnya tidak akan diharapkan oleh siapapun,termasuk Diaz.

Pemeran dalam proses harus melalui banyak hal sebelum mendapatkan konklusi yang sesuai harapan. Banyak di antara para pelaku tidak sadar betapa pentingnya mengikuti alur dalam sebuah proses hidup.

Seorang bayi mengawali hidup dari sebuah tangisan, belajar banyak hal, mulai berbicara, dan berakhir sebagai seorang personal utuh di masa depan. Itu semua proses yang mutlak perlu dilalui.

Berkaca dari itu, dalam menjalin sebuah hubungan antar personal, proses harus dilalui dengan baik dan sempurna agar akhir yang dicapai sesuai harapan. Semua individu harus belajar melalui serangkaian proses. Dalam proses itu akan ditemui serangkaian konflik yang harus dihadapi. Selain itu diperlukan juga sebuah komitmen yang ditekankan pada masing-masing individu untuk dapat menjaga sebuah hubungan,apapun macamnya. Dari komitmen itu kita akan memperoleh solusi dalam menghadapi masalah. Setelah semua masalah tercover komitmen akan menjaga semua pihak yang terlibat untuk dapat saling menjaga. Dari hal ini, pertemanan akan menjadi lebih baik, pacaran akan menjadi lebih dekat, pasangan akan menjadi lebih harmonis.

Diaz melalui serangkaian uraian di atas dengan kesabaran dan segala usaha positif yang mungkin untuk dilakukannya. Akhirnya, proses membawa suatu konklusi yang mendekati harapan. Saling pengertian dan pelbagai sikap positif yang saling mendukung dapat mengubah suatu pemikiran seseorang. Usaha dan pendekatan intens kemuadian mengubah tatanan perasaan. Semua hal akan luluh oleh sebuah kebaikan. Dan akhir dari sebuah proses harus diawali dengan kesabaran, dilalui dengan kebaikan, dilewati dengan sikap positif, dan hasilnya akan sesuai harapan.

Nampaknya saya memerlukan banyak liburan setelah mengakhiri tulisan ini.
Selamat malam,,

Selasa, 23 November 2010

Kuliah Membuat Paragraf

orang kalo suka nulis,belum tentu bisa nulis dengan baik. Suka belum tentu bisa...
Nah,itu yang terjadi belakangan ini.
Nulis kalo itu asal-asalan akan sangat menyenangkan, tapi kalo nulis harus terpancang sesuatu,aturan misalnya, bakal mengubah arti menyenangkan menjadi menyusahkan.

Banyak yang beranggapan nulis itu sesuatu yang butuh imajinasi, kreativitas, dan ketrampilan. Ternyata gak cuma itu. Nulis yang baik juga butuh pengetahuan. Baik teoretis maupun aplikatifnya. Teoretis memuat aturan yang nantinya dipakai, aplikasi memuat pandangan dan penerapan sikon yang tepat.

Secara pribadi gue akui gue suka ngasal dalam menulis, dan itu menyenangkan. Namun, ketika 'ngasal' itu harus dikesampingkan, gue selain kesusahan,kesulitan, gue juga kesedihan. Hahaha..

Ya, itu karena gak semua orang menguasai teori dan pengaplikasian menulis dengan baik.

Dari semua itu dapat disimpulkan bahwa keterampilan gue dan kalian dalam menulis tidak ada artinya tanpa diiringi pengetahuan yang mumpuni.

Minimal itulah yang dibutuhin untuk jadi seorang 'penulis-penulisan'...

Jumat, 19 November 2010

Dia dan Mereka

Selagi sempat,aku berusaha menuliskan apa yg aku rasakan.
belakangan ini,ketika malam datang,aku merasa ada yang berubah dari tubuhku.
Aku harap ini cuma perasaanku.
Ketika hari mulai gelap,aku tak lagi punya cukup kekuatan menopang ragaku.
Kepala ini didera sakit yang luar biasa.
Badan ini tak punya tenaga.
aku pun mulai merasa takut ketika berjalan di tengah malam dan terjatuh tanpa aku sadari.
Namun,aku tau aku bisa karena dia dan mereka selalu membantuku.
membuatku berdiri walaupun sebenarnya aku tak sanggup,
Membuatku tersenyum saat air mata mengalir,
Membuat hati tenang di tengah ketakutan...
Dia dan mereka memberiku kekuatan,,

Kamis, 21 Oktober 2010

Jatuh Lebih dari Cinta (part 2)

Kenapa gue anggep begitu?
1 alasan yang paling mendasar adalah pengalaman buruk. Ya,gue gak mau pengalaman buruk itu terulang. Jatuh cinta yang gue alami dengan mudah akan berakhir dengan mudah pula, bahkan sering kali berakhir tragis, menyedihkan, menyeramkan!

Itulah kenapa gue mati-matian untuk tidak mudah jatuh cinta, walaupun akhirnya gagal juga.
Rena berhasil bikin gue jatuh cinta, dengan proses yang jauh lebih mudah.
Gue jatuh cinta ke dia secara perlahan, melalui bermacam-macam pertimbangan, tapi yang aneh disini, gue bahkan tidak mengawali jatuh cinta ini dari ketika gue meminta nomor hapenya.
Gue jatuh cinta gak didahului oleh sebuah genggaman erat, saling memandang, apa lagi berciuman.
Gue jatuh cinta diam-diam, terpendam dalam sebuah ketertarikan. Rasa itu datang jauh sebelum gue berani menatap matanya, jauh sebelum gue berani ngobrol berlama-lama dengan dia, jauh sebelum gue kepikiran untuk menggenggam tangannya, dan tentunya sebelum gue punya niat buat mencium pipinya.
Gue jatuh cinta ketika mulai mengaguminya...

Dan inilah jawaban dari kebingungan gue. Jatuh cinta memang simpel dan itu gak pernah salah.
Yang salah adalah proses dimana loe mengawali jatuh cinta itu. Loe jatuh cinta ketika loe pengen cium dia? Loe salah besar...! Itulah pemikiran anak muda se-masa sekolah..

Jika jatuh cinta datang semudah itu, gue bakal kebingungan memberi nama pada rasa yang gue pelihara saat ini. Gue punya rasa yang dateng lebih awal. Jauh sebelum gue punya niat apapun. Dan saat ini gue jatuh pada sebuah rasa yang lebih dari 'cinta'...

Saat ini gue berani menatap matanya, itu artinya gue jatuh 'lebih dari cinta...'?

Semoga ada yang memahami maksud dari tulisan jelek ini...

Dmn jatuh cinta yang sebenernya bukan ketika Loe menghabiskan bermenit-menit bareng dia. Bukan ketika Loe berpandangan dengan dia. Bukan ketika Loe ngajak dia pergi. Bukan ketika Loe menggenggam tangannya, atau mungkin bukan ketika Loe berhasil mendapatkan ciuman dari dia.

Jauh lebih dalam dari semua itu...
Loe bakal ngerasa pantas untuk sulit jatuh cinta.

Selamat malam


Spesial thanx to Rena yang berhasil membuatku ''Jatuh Lebih dari Cinta'' saat ini...

Jatuh Lebih dari Cinta (part 1)

Jatuh cinta adalah sebuah kejadian yang pasti akan membekas di ingatan kita. Apa sebenarnya jatuh cinta?
Kalian ingat kapan pertama kali kalian jatuh cinta?
Ketika masih SD? SMP? Atau SMA?
kenapa itu bisa terjadi?
Mungkin buat kalian yang pernah ngerasain cimon (cinta monyet) pas masih kecil, kalian akan inget dimana saat itu kalian se-kelas,mulai lirik-lirikan mata, main bareng,lari-larian, dan itu kalian namakan jatuh cinta.
Atau ketika sudah agak gede, kalian terlibat dalam 1 acara, kalian ketemu, ngobrol singkat, tukeran nomor hape, ngdate , dan... Kalian sebut itu jatuh cinta??
Atau ketika kalian lagi pusing mikirin ujian,kalian ketemu di satu kelas tambahan,atau les sore, kalian mulai deket,dan itu jatuh cinta??
Dan banyak cerita lain yang menjadi indikasi loe jatuh cinta dengan melalui proses yang sebenarnya sangat sederhana.

gue sendiri mengalaminya, ketika gue ketemu,tertarik, deket, dan gue jatuh cinta.
Itu di masa-masa kejayaan gue dulu,ketika gue masih bisa melakukan apapun tanpa berbenturan dengan kesibukan selain bersenang-senang.

Namun gue akhirnya sadar kalo sebenernya jatuh cinta itu memang gak simpel. Jatuh cinta yang simpel itu adalah kesalahan pengartian yang sudah menjadi wajar,atau disebut 'salah kaprah' oleh orang jawa.

Saat itu gue melalui semua step di atas. Gue sekelas sama dia, gue bisa kapanpun ngobrol sama dia, gue bisa jadi partner dia di organisasi kampus, gue bisa berbagi cerita, dan gue gak ngerasa jatuh cinta. Gue mungkin memang merasa bisa menamai sebuah perasaan khusus ini dengan 'tertarik'. Karena diam-diam gue mulai sering memerhatikan dia, mulai sering berharap bisa ngeliat dia tersenyum, atau mungkin saat gue menunggu dia mencuri pandang ke gue. Namun, gue ngerasa gak punya alasan yang kuat untuk mengulangi masa 'salah kaprah' gue sewaktu SMA. Saat itu, jatuh cinta datang dengan mudah. Saat gue tertarik, ajak ngedate, pegang tangannya, mulai kepikiran dan terbayang-bayang, saat itu gue bilang itu jatuh cinta. Kasus lain ketika gue berani memandang matanya, meraih tangannya, mungkin mencium pipinya,atau dicium olehnya, dan itu jatuh cinta!

Akhirnya, gue bingung sendirian ketika gue kembali ke step dimana otak gue mulai memproduksi bayangan tentang dirinya,senyumnya, kata-katanya, bahkan tingkahnya ketika sedang asik bergurau dengan teman-tamannya. Semua terekam jelas di sini (menunjuk kepala).

Gue kembali berada dalam sebuah dilematika yang menjebak gue pada situasi dimana anggapan di otak gue gak sinkron dengan kondisi real gue.

Gue pusing, galau, ragu, takut, marah, emosi, bahagia, stres, dan akhirnya gue menyerah pada keadaan. Gue mungkin gak bisa menolak saat jatuh cinta itu datang.
Untuk itu gue perlu pembelaan yang jelas untuk mematahkan anggapan gue bahwa jatuh cinta itu datang dengan mudah...


bersambung...

Jumat, 08 Oktober 2010

Seberkas Kisah Lalu 2

“kamu telat 2 menit…” ucap Rena menyambut kedatangan Edo.
“Cuma dua menit. Ngapain ngajak ketemu di sini? Gerimis gini juga. Kan kita bisa ketemu di dalem kalau cuma buat ngobrol?” jawab Edo.
“Aku pengen ngomong sesuatu ke kamu, Do. Penting… “ ucap Rena sambil menatap tajam mata Edo.
“Ngomong apa?” Tanya Edo datar.
Rena berdiri. Tepat di depannya kini sesosok manusia yang amat dia sayangi sedang menatapnya. Bola mata Rena mulai berair. Hatinya mulai tak padu dengan pikirannya. Otaknya terus mengirimkan sinyal agar Rena segera mengutarakan isi hatinya. Namun hatinya hanya bisa menangis ketika tersadar bahwa di depannya kini ada orang yang sudah menghancurkan berjuta harapan yang dia bangun selama ini.
Beberapa saat sampai kedua mata itu beradu lebih dalam. Rena tetap terdiam dan tak mampu berkata-kata. Sedangkan Edo mulai membalas tatapan tajam Rena penuh arti.
“Aku sayang kamu, Ren…” ucap Edo sambil memegang tangan Rena. Rena memalingkan muka, tertunduk.
“Tapi aku takut aku bakal kehilangan semua rasa nyaman ini kalau kita berhenti bersahabat,” lanjut Edo sambil mengangkat dagu Rena yang seketika tertunduk.
“Sekarang semuanya telah berubah dan mungkin memang kita ditakdirkan hanya bersahabat,” lanjut Edo.
Pelukan Edo mengubah gerimis di taman itu menjadi atmosfer cinta yang begitu dalam. Rena seakan menemukan kembali puing-puing yang telah hilang. Dia hanya tak bisa mengungkapkan apa yang sedang dia rasakan. Perasaan yang bercampur antara bahagia, sedih, dan sedikit penyesalan.
Bahagia karena tanda tanya besar tentang Edo kini sudah menemukan jawaban. Sedih karena yang ada di depannya adalah orang yang kini tak mungkin dia miliki. Menyesal karena andai kejadian ini terjadi sebelum Vina datang, mungkin tidak akan se-tragis ini jadinya.
“Kini aku gak bisa mencintaimu lebih dari sahabat karena ada Vina yang menempati posisi itu sekarang,” ucap Edo sambil melepas pelukannya.
Hanya air mata yang menjadi satu-satunya ekspresi batin dari Rena. Hatinya lebih hancur dari sebelumnya. Dia sudah bisa menarik napas lega, tetapi dia tak bisa melepaskan rasa itu begitu saja…
***
Kini sudah setahun lebih sejak kejadian malam itu. Semua hanya menjadi kenangan antara Rena dan Edo. Kehidupan mereka pun sudah jauh berbeda dari saat mereka dekat dulu. Rena kuliah di Jogja dan Edo di Solo. Meski jarak tak begitu jauh, nampaknya kejadian malam itu membuat jarak hati keduanya benar-benar terpisah. Kini Edo kembali setelah kehilangan Vina, sedangkan Rena sudah menemukan Diaz, seorang yang mampu mencintainya setulus hati dan apa adanya.
“Ren…!”
Suara itu membuyarkan lamunan Rena akan masa lalunya. Sesosok pria berkemeja putih terlihat melangkahkan kaki keluar dari mobil silver yang tiba-tiba sudah terparkir di depan rumah Rena. Suara itu sangat ia kenal. Dia Edo.
“Apa kabar?” Tanya Edo sambil menyodorkan bunga yang semula disembunyikan di balik punggungnya.
“Baik…” jawab Rena datar.
Beberapa saat dalam keheningan. Mereka hanya duduk dan sibuk dengan sesuatu yang mereka pikirkan sendiri.
“Rasa ini gak pernah berubah sampai sekarang, atau mungkin sampai kapanpun,” ucap Edo. Matanya menerawang ke langit kelabu sore itu. Rena menoleh dan menatap Edo.
“Aku pengen kita bisa deket lagi kayak dulu,” lanjut Edo. Tangannya meraih tangan Rena.
“Aku pengen kamu kembali menjadi orang terdekat di hidupku…”
Rena terdiam dan sesaat kemudian terlontar senyum dari bibir manisnya. Pikirannya kembali melayang, mengingat kembali apa yang pernah terjadi di antara mereka. Dia menarik tangannya dan memalingkan muka. Senyum itu semakin merekah.
Saat itu dia tersadar akan satu hal. Edo hanyalah seberkas kisah lalu buat Rena. Mungkin ada sisa kepingan rasa itu di hati Rena, tapi dia juga tersadar bahwa itu hanya satu titik noda yang tertoreh dalam lembaran besar cintanya untuk Diaz.
“Kita udah punya pilihan masing-masing. Aku hanya berharap semoga ini menjadi yang terbaik buat kita semua…” ucap Rena Lirih…

Seberkas Kisah Lalu

Gerimis masih menghiasi kota Jogja sore itu ketika Rena terlarut dalam renungannya sepulang kuliah. Tak terasa yang dihadapinya kini telah berubah. Dunia yang selama ini dilaluinya sendirian, dengan cinta yang diam-diam, kini tergantikan oleh suguhan cinta dari seseorang yang selalu ada di sampingnya.
Adalah Diaz, kekasih Rena yang baru dipacarinya seminggu ini. Diaz lah yang kini selalu ada di setiap detik waktu Rena. Dia, yang sebenarnya orang yang baru Rena kenal, kini mengubah hampir semua kisah yang telah terjadi dalam hidup Rena. Cinta diam-diam yang selama ini terjaga rapat di hati Rena perlahan mulai terkoyak karena Diaz.
Rena sibuk memandangi titik-titik air yang berjatuhan. Pikirannya jauh melayang di antara puing-puing memori yang mulai menghilang, atau lebih pantas jika dikatakan “dihilangkan”. Gerimis seperti inilah yang dulu pernah jadi saksi kisah tak sampai yang pernah terjadi antara dia dan Edo, teman Rena sejak kecil.
Bertahun- tahun rena memendam perasaannya kepada Edo, seorang dengan pembawaan kalem, cool, dan menurut Rena sangat luar biasa mempesonakan hatinya. Intensitas pertemuan dan kebiasaan lah yang menumbuhkan rasa itu. Sejak penghujung SMP, mungkin sampai saat ini.
“Ren, kamu ada kegiatan gak sore ini?” bunyi sms dari Edo.
“Gak ada, knp?” balas Rena.
“Punya waktu buat aku? Ntar sore aku mampir ke rumahmu,” Edo membalas.
Selalu seperti itu sejak pertama Rena mengenalnya. Dia seakan punya cara sendiri untuk menjalani hidupnya dan tak pernah mempedulikan orang lain dengan kehidupan mereka yang pasti berbeda dengan cara hidup Edo. Begitu jugalah yang sedang Rena pikirkan tentang Edo.
“Aku harus gimana, Fah?” Tanya Rena kepada Iffah, sahabatnya semasa SMA.
“Ya kamu harus katakan apa yang sebenernya kamu rasain, kalau kamu suka sama dia,” jawab Iffah.
“Aku cewek, Fah. Masa’ aku harus bilang kalau aku suka sama dia? terang-terang aku tahu kalau dia udah pacaran sama Vina,” jawab Rena.
“Tapi Na, ini kesempatan terakhirmu. Ngomong ke dia pas prom nite malam ini, atau kamu gak akan pernah tahu gimana perasaan dia ke kamu, selamanya,“ balas Iffah.
Malam itu jadi malam penting buat Rena. Malam hidup dan mati. Setelah tiga tahun sejak dia merasa dekat dengan Edo, setelah selama itu pula hatinya tersiksa karena perasaan itu, inilah saatnya ia membuka cinta yang hanya ia bungkus rapat di hatinya.
Selama ini Rena adalah satu-satunya cewek yang dekat dengan Edo, hingga perasaan itu menghampiri dan mengharuskannya menunggu. Rena hanya bisa berharap karena baginya menyatakan cinta lebih dulu itu pantangan besar yang gak boleh sekalipun dilanggar. Dia juga tak pernah tahu bagaimana perasaan Edo yang sebenarnya terhadapnya.
Entah bagaimana awalnya, mereka menjadi dekat menjelang Ujian Nasional SMP. Edo yang rumahnya tidak begitu jauh dengan Rena mengawali cinta diam-diam itu dengan belajar bersama. Awalnya Rena hanya biasa saja, tetapi seiring berjalannya waktu, hati Rena tak kuasa menahan terjangan angin cinta yang melambungkan hatinya begitu tinggi. Cewek mana yang bisa tahan ketika ada cowok baik, kalem, misterius seperti Edo datang mendekat dengan cara yang sangat halus? Tanpa sadar kemudian Rena menjadi satu-satunya cewek yang terlihat sering bersama dengan Edo. Dengan gaya cool-nya Edo seakan menutup diri untuk bisa di dekati cewek lain di sekolahnya.
Hari-hari sering mereka lalui bersama. Jalan, ke toko buku, ke perpustakaan, bahkan ketika duduk-duduk di taman SMA Manunggal tanpa sengaja Tuhan mempertemukan mereka. Edo sering terlihat didekati cewek-cewek di SMAnya, tetapi mereka semua seakan tidak sedikitpun mendapat respon dari Edo. Sikap misteriusnya berlaku untuk siapa saja, kecuali Rena.
Tanpa terasa malam itu adalah malam terakhir di tahun ketiga sejak Rena memulai siksaan demi siksaan di hatinya. Setelah sebulan lalu dia mendapatkan ujian terberat buat hatinya ketika mengetahui bahwa Edo berpacaran dengan Vina tanpa sepengetahuannya, kini dia dihadapkan dengan situasi yang lebih sulit tatkala harus merendahkan harga diri seorang wanita demi mengetahui perasaan pria idamannya. Harapan yang bertahun-tahun terpendam telah luluh lantak sejak Vina datang dan membawa Edo pergi. Namun, tanya itu masih tersisa dan belum sempat terjawab.
Hati Rena terus-menerus menangis. Logikanya tak lagi relevan dengan keadaannya sekarang. Apa arti kedekatan mereka selama ini? Apa Edo hanya menganggap Rena teman? Atau sahabat? Atau Edo gak pernah merasa bahwa Rena sangat mengaguminya? Dan kini Rena harus menerima bahwa Edo menjadi pacar Vina. Apa itu artinya Edo telah berhasil mempermainkan hatinya?
Semua pertanyaan itu hanya berputar-putar di otak Rena tanpa mendapat penjelasan logis sedikitpun dari pikirannya. Satu-satunya harapan yang mungkin dapat mengungkap semua tanya itu ada di prom nite malam ini. Setelah berpikir panjang, akhirnya Rena memutuskan untuk menyatakan perasaannya yang sebenarnya kepada Edo.
Pukul 20.30, ketika Raphot band sedang menghibur anak-anak SMA Manunggal malam itu, Rena mengirimkan pesan singkat untuk Edo.
“Temui aku 10 menit lagi, di taman samping, sendirian.” Begitu bunyi sms Rena.
Tanpa menunggu jawaban dari Edo, Rena menyiapkan mental, hati dan pikirannya untuk menerima apapun anggapan Edo terhadapnya nanti. Rena siap. Dia benar-benar siap.

To be continued...

Selasa, 05 Oktober 2010

Kecil, tetapi sangat Indah (part II)

“ luv u. . .”
Cuma itu.
Gue bertanya-tanya. Rena adalah tipe cewek cuek yang seinget gue gak pernah melakukan hal semacam ini. Lama kami PDKT dan se-lama itu pula dia gak pernah menunjukkan gelagat menyambut uluran cinta dari gue. Disini konteksnya bisa diartikan bahwa dia seakan cuek dengan kedekatan kami. Itu yang bikin gue pada awalnya gak yakin bakal diterima. Tapi akhirnya gue sadar, cuek itu bisa jadi emang sifatnya, atau setidaknya sikap yang sudah sangat melekat pada jiwanya dan menjadi standar perlakuan untuk tiap cowok yang mendekatinya. Bahasa gue lumayan susah ya? Gue juga kadang bingung kalau baca tulisan-tulisan gue sendiri. Ya sudahlah,pokoknya begitu itu maksud gue.
Gue bales smsnya.
“luv u 2… kok udah bisa sms? Kamu dimana sayang?”
Jelas gak mungkin kalau dia udah di rumah.
Akhirnya gue nunggu,nunggu, dan nunggu, 15 menit dari gue bales sms si Rena, hape gue kembali bergetar. Itu balesan dari Rena !
“ hehehe… ini baru aja nyampe rumah. Tadi di lampu merah, tiba-tiba inget kamu… :p “
Dia berhasil membuat gue tersenyum karena cinta sebanyak 3 kali di hari ini. Gue rasa itu dosis yang paling tepat buat gue. Gue bahagia karena dia melakukan hal-hal kecil yang menurut gue sangat-sangat berpengaruh dalam menjaga kualitas hubungan kami berdua. Mungkin kalau cewek-cewek sering bilang ini “so sweet” dan sangat berkesan.
Pesen gue, jangan lupain hal-hal kecil, termasuk nungguin kebo Lo ngabisin rumputnya, karena itu selain sebagai wujud perhatian, itu juga bakal jadi “sweet”-nya kisah kalian.
Semoga bermanfaat...

Kecil, tetapi sangat Indah (part I)

Manusia adalah makhluk yang sering menggampangkan sesuatu. Itulah sebabnya kadang-kadang manusia lupa, atau bahkan sering melupakan hal-hal sepele yang tanpa disadari itu penting, misalnya dalam sebuah hubungan yang kita sebut dengan pacaran.
Gue Kebo, nama pemberian dari cewek gue. Gue sempat kepikiran gimana perasaan nyokap-bokap gue sewaktu tau anaknya yang paling ganteng ini namanya berubah dengan sangat mengenaskan semacam itu. Hahaha. Tapi it’s OK lah, buat orang yang special gue relakan nama pemberian ortu gue itu, yang mungkin dulunya diperhitungkan dengan sangat matang, melalui beberapa tahap seleksi yang rumit, dan mungkin melalui perdebatan disertai pertapaan panjang, kini berubah menjadi nama hewan yang item, dekil, dan jauh berbeda dari kenampakan asli gue. Sangar!
Kita balik ke topik utama.
Hari ini gue menemukan poin-poin penting yang musti gue garis bawahi.
Pagi, 07.00…
Kampus masih sepi ketika kaki ini melangkah keluar dari lift lantai 5. Perkuliahan harus mundur gara-gara penjaga pintu belum juga membuka ruang kuliah. Mungkin semalam dia nge-ronda, terus pulang pagi, dimarahin istrinya dikira selingkuh, akhirnya tidur di musholla, terus kesiangan. Terlalu mengada-ada.
Rena udah sms gue pagi tadi, bilang bakal telat datang ke kelas. Dia minta dikosongin kursi di sebelah gue. Oke, sebagai cowok pengertian, gue dengan senang hati datang kepagian dan menunggu juru kunci datang. Gue sempat berpikiran negative kalau si Rena termasuk ke dalam golongan “Kebo Tingkat Atas” alias tukang molor. Hahaha. Mungkin itu yang melatar-belakangi dia menamai gue dengan sebutan “KEBO” yang sebenarnya hanya alibi dia untuk menghilangkan dugaan atas dirinya. Rumit sekali…
07.20, perkuliahan sudah berlangsung lebih-kurang 5 menit, dan Rena kemudian datang dengan senyumnya yang khas. Seakan lupa kalau dia datang telat, dan seakan gak punya dosa apa-apa. Tapi yang terpenting yang gue rasa, dia seakan seneng banget karena gue mau datang pagi dan nyiapin satu kursi di depan buat dia. Poin pertama, hal sepele yang mungkin bakal jadi hal yang sangat mengesankan adalah… sedikit perhatian kecil buat pasangan anda.
Senyum pertama gue pagi ini.
Mungkin lo gak ngerasa. Hal-hal semacam ini walaupun terlihat sepele, tapi seakan jadi bumbu/pelengkap dalam sebuah hubungan. Efeknya juga bakal manis di akhir karena itu artinya lo memperhatikan celah terkecil yang bisa membuat pasangan lo ‘seneng’ bisa jadi pacar lo.
Bayangin seandainya sewaktu gue buka mata tadi pagi dan liat sms dia yang bilang bakal datang telat, terus gue bales smsnya gini :
“ Lo jadi cewek males banget, sih?” atau … “harusnya Lo donk yang dateng duluan, bukan gue…”
Atau kemungkinan lain : “gue juga bakal telat, gue masih ngantuk…”
Di mata dia gue bakal jadi Kebo dongo yang udah males, gak pengertian lagi. Bukan cuma itu… kalau setelah itu malah timbul niat dari dia untuk selingkuh sama onta, misalnya, ‘kan bakal berabe urusannya…
Kelas pertama selesai.
Gue keluar bareng dia dan ngajak dia sarapan. Dia mikir-mikir dulu sebelum akhirnya meng-iya-kan. Sampai di sebuah Rumah Makan Padang deket kampus, gue ambil makanan dan dia cuma pesen jus tomat. Terus gue nanya, kan… “kamu napa gak sarapan sekalian?” dia jawab, “belum laper, Bo…” sambil tersenyum. Akhirnya dia cuma nungguin gue makan. Bener-bener kaya juragan kebo yang ngasih rumput buat kebonya, ditungguin sampai habis, baru dia tinggalin tu kebo. Itu terjadi ke gue pagi ini.
Habis makan gue masuk ke kelas dan dia pulang karena gak ada kelas. Sore ini baru gue tau kalau tadi sewaktu gue masuk kelas, dia gak balik ke rumah. Dia ada rapat LEM (mungkin) dan sampai siang dia di kampus.
Poin kedua yang gue dapet hari ini, Rena merelakan waktunya buat gue. Dia anak organisasi yang punya kesibukannya sendiri, tapi masih sempet-sempetnya nemenin gue makan (walaupun mungkin sebenernya terpaksa). Gue juga lihat, datar-datar aja dan tanpa keluhan sedikitpun ketika dia harus mengundur rapatnya demi kasih makan kebonya (gue-red).
Gue tersenyum untuk kedua kalinya di pagi ini.
Dan sore ini ada kelas terakhir buat hari ini. Seperti pasangan baru kebanyakan, kami duduk berdekatan (lagi) di kelas. Ya, itung-itung pendekatan tahap lanjut, lah. Gue sih seneng-seneng aja. Gak tau deh dia gimana.
Kelas tanpa terasa cepat berlalu, dan kami pun harus berpisah. Gak tau kenapa rasanya masih pengen berduaan untuk waktu yang lebih lama. Tapi itu jelas sesuatu yang dipaksakan, karena kami udah cukup lama bareng buat hari ini. Gue balik ke kos dan dia balik ke rumahnya. Rumah dia kira-kira 25 menit perjalanan dari kampus, kalau gak macet. Ada perasaan yang tertinggal sewaktu gue harus merelakannya balik ke rumah ortunya. Tapi itu memang harus terjadi.
Kira-kira 5 menit setelah gue melihat senyum terakhir Rena buat gue hari ini, hape gue bergetar. Ternyata itu sms dari dia dan isinya sangat mengejutkan...

Bersambung...

Senin, 04 Oktober 2010

Kutukan Itu pun Pergi

Kutukan datang ketika gue putus dengan cinta ke-11 gue. Dalam catatan sejarah gue, gue adalah cowok yang pantang berlama-lama nge-jomblo. Bukan sebuah kebohongan, walaupun gue secara pribadi mengakui kalo gue ini gak keren, jauh dari oke, tapi gue yang seperti ini pada zaman dahulu kala termasuk tipe cowok yang gampang dapet cewek. Lo mungkin bisa mengkategorikan gue sebagai cowok bajingan kala itu. Pendapat ini gue dapet dari Raditya Dika yang mengkategorikan cowok itu dalam dua kelompok yang gue bisa setujui. Pertama, cowok itu BAJINGAN. Kedua, kalo nggak bajingan berarti dia HOMO! Dan gue bukan homo!! Gue terima kalo lo anggap gue bajingan. Sadis!
Kembali ke masalah kutukan.
Gue pernah menganggap cerita ke-11 dalam hidup gue bakal jadi kisah kekal untuk selamanya. Itu yang gue pikirin zaman dulu. Sampai akhirnya cerita ke-11 gue harus berakhir dengan kata “putus”. Disinilah kutukan itu bermula. Kakak sepupu gue, nyit-nyit (nama samaran), bilang ke gue kalo setelah gue putus ini gue bakal ngejomblo seumur hidup. Entah gimana ceritanya sampai terbentuk sugesti mengerikan dalam otak gue yang menyatakan bahwa gue gak akan laku dalam jangka waktu yang tidak bisa ditentukan.
Awalnya gue gak pernah mikirin itu. Gue termasuk tipe cowok yang PD (sebenernya lebih pantes disebut sok keren) dan juga cuek (yang sebenernya gak tau malu). Gue bisa deket sama banyak temen dan itu bikin gue enjoy sama masa jomblo gue. Gak kerasa 1 bulan berlalu dan gue masih stagnant, tidak beranjak dari kata ‘tidak laku’. Tekanan social dan bermacam cibiran datang dari berbagai pihak, termasuk bokap gue. Masa’ anaknya sendiri diledekin dan dibilang payah? Tante gue juga bilang gue ini telah lepas dari masa muda. Apa itu artinya gue setara sama opa-opa duda yang kesepian dan gak bisa ngedapetin cewek impiannya? (baca : oma-oma tetangga sebelah).
Bulan pertama, bulan kedua, gue bisa mengelak dan bilang ke semua orang kalau gue lagi pengen focus ke kuliah gue dulu. Mereka bisa menerima alasan yang sangat mulia (dan munafik) ini. Gue yang sempat berpikir bahwa gue menambah title gue dengan ‘gak laku’, sehingga kalau dibaca bakal jadi ‘bajingan gak laku’, bakal gampang menghandle semua ini kalau gue udah niat cari pacar lagi. Namun, seiring berjalannya waktu pikiran gue pun luntur, luntur, luntur, dan berganti menjadi rasa takut, parno, trauma yang mendalam yang membekas di hati dan pikiran gue. Lebay.
Hingga pada akhirnya, bulan kedua mendekati ujungnya, dan bertepatan dengan keluarnya IP semester genap tahun ini. Gue bener-bener kecewa ketika ngliat IP gue gak bagus-bagus amat. Kecewa gue bukan karena gue ngerasa gagal belajar lho ya? Tapi lebih karena gue bakalan kebingungan kalau orang-orang tau alasan gue nge-jomblo selama ini yang katanya pengen focus kuliah itu Cuma kedok semata. Mampus!
Disini gue merasa perlu ngedapetin title “bajingan” gue lagi karena selain kesepian, jujur gue juga termasuk tipe cowok yang harus menyayangi seseorang. Gimana tu? Pokoknya baca aja seperti itu.
Gue larut dalam perenungan panjang dalam hidup gue. Kadang, otak bego gue takut kalau temen-temen lama-kelamaan bakal memasukkan gue dalam kategori “homo”, tapi otak sadar dan pinter gue lebih takut kalau gue masuk lagi dalam kategori “bajingan”. Disini akhirnya gue memutuskan untuk memecahkan dormansi kutukan yang membungkus status gue hingga seperti sekarang. Gue bakal lepas dari kutukan ini melalui cara yang mulia, bijaksana, dan adil. Kata-kata itu gue ambil dari dosen Kewarganegaraan gue. Hingga pada akhirnya gue ketemu sama seorang cewek bernama Rena (nama samaran). Dia adalah orang yang mampu mengubah teori yang Dika tulis di buku “Marmut Merah Jambu”. Mengubah kelompok Bajingan, menjadi kelompok “anak baik”. Hingga dapat disimpulkan teori barunya adalah seperti ini:
Cowok dibagi menjadi 2 kelompok
Pertama, cowok baik. Kedua cowok bajingan dan/atau homo.
Dan beginilah kesimpulan logis yang gue harus perjuangkan, yaitu gue harus masuk ke dalam kategori “cowok baik” bukan lagi sebagai “bajingan”. Lebih pantas dibaca kan sekarang?
Dia benar-benar mengubah hidup gue.
Di awal kedekatan kami, gue emang rada ragu. Gue sempat punya bayangan kalau tokoh yang bakal hadir dalam cerita ke-12 gue adalah Dara – The Virgin. Terlalu bermimpi emang, tapi gue yakin gue bisa. Walaupun pada akhirnya gak kesampaian juga.
Hingga gue memutuskan menerima Rena untuk casting menjadi tokoh utama gue. 2 bulan masa casting akhirnya gue menetapkan pilihan gue untuk memilih dia menjadi tokoh utama yang sebenarnya.
Rena anaknya memang biasa aja, gak superstar seperti Dara – The Virgin, dia juga gak se-cantik Dara. Ya bisa dibilang 11-13 lah. Hehe
Tapi dibalik itu gue yakin Rena punya hati yang kan sampai mati mencintaiku, bukannya sekedar janji seperti cinta yang lain ( 17 – Jangan Sakiti Aku)
Hingga akhirnya terjadilah hari yang bersejarah ini. Dimana Indonesia akan mengenangnya!! 3 Oktober : Hari Bebas Kutukan Nasional. Serem!!!
Hingga tulisan ini dibuat, aku belum menemukan alasan lain untuk mengubah kategori yang Dika buat. Yang jelas, sebagai cowok baik yang bukan bajingan apalagi homo, gue berterima kasih banget sama Rena yang telah menjadikan gue sebagai sesosok yang seakan terlahir kembali. Gue yakin cerita lain bakal terjadi, jauh lebih indah, jauh lebih dalam…
Selamat tinggal kutukan!!!
Dan gue bisa dengan bangga bilang ke bokap gue, ANAKMU UDAH LAKU LAGI,BOSS!!!

Dan semoga gue dan Rena bakal mengukir cerita-cerita indah, bukan sekedar seneng-seneng semata.

Amiinn...

Minggu, 26 September 2010

yang Tertinggal dari Kurus

Kayaknya akan jadi kenangan satu-satunya,pertama, dan terakhir kalinya.
Malem-malem hujan gerimis bikin badan menggigil ditengah jalanan yang ramai lancar #bahasamudik
Aku ditemani sesosok cewek mungil yang amat sangat jadi aneh malam itu pasca jalan-jalan gak genah yang berbuah kehujanan. Gak tau kenapa tu anak terlihat beda dari biasanya. Aku sendiri lah yang bisa mengartikan,kalian pasti juga gak akan tau. Pokoknya gitu ya...
Dia,seorang teman yang (bisa dikatakan) cukup dekat denganku, tapi kadang-kadang aja kayak gitu..
Dia termasuk dalam jajaran orang-orang pertama yang aku kenal di Jogja ini. Alhasil, dalam tempo yang udah setaun lebih,akrablah kami jadinya.
Dia adalah si Kuruz #namasamaran. Karena ke-mini-annya,akhirnya dia menyandang tittle yang ku berikan itu. Dia tipe cewek 'bunglon' karena selalu berubah-ubah. Kadang keliatan cantik dan baik banget kalo moodnya lagi bagus, kadang keliatan jelek kalo lagi males mandi, dan kadang akan terlihat sangat mengerikan ketika moodnya jelek. Entah karena apa. Bisa jadi karena tanggalan,atau apalah itu,kbiasaan cewek.

Malam ini adalah jadi edisi khusus dari ceritaku. Secara tak terduga,siang tadi aku diminta nemenin dia nengokin kakaknya. #tukang-ojek-mode:on
Diawali dengan muter-muter gak jelas,akhirnya perjalanan harus dihentikan oleh hujan. Berlabuhlah kami di sebuah waroeng steak di daerah UPN. Berselimutkan dingin yang (bahasa dulunya) sampai menusuk tulang, aku mencoba 'menikmati hari bersamanya' saat itu. Aku berharap Tuhan memberiku kekuatan untuk menatap matanya. Ciieeeiilllaaaahhh!! SO7 bangedd!!
Mengenakan kostum pink menyala lengkap dengan jilbab yang nampak sangat 'casual',si kurus terlihat lebih bersinar dari biasanya. Ditambah lagi dengan senyuman yang kadang-kadang muncul dengan sendirinya sore itu,entah karena apa, dia jadi nampak sangat mempesonakan mataku,bahkan paling mempesona disana. Hahaha! Yaiyalah!! Cuma ada 3 cewek di ruangan itu dan yg seumuran atau di bawahku ya cuma si kuruz ini...?! Tapi yang ini aku nggak becanda, sobatku ini bener-bener 'nge-CLINGG' 7 keliling sore itu!! Aku gak tau pasti tapi dia kayaknya mengenakan bedak tipis yang membuatnya terlihat cerah. Bibir mungilnya, aku nggak inget pasti tapi terlihat sangat 'klop' dengan warna muka dia sore itu. Jilbabnya, seingetku warnanya pink cerah,sederhana saja tapi terbukti ampuh mempercantik kenampakan dia baik secara vertikal maupun horizontal.haha!! Apa coba maksudnya?

Aku nggak bisa menggambarkan dengan lebih jelas,tapi saat itu aku melihat dia nggak kaya ngliat dia biasanya. Dia nampak seperti orang yang baru ku kenal dan yang paling aneh, dia jadi murah senyum!!

Silakan kamu bayangin! Sebenarnya dia adalah orang yang jutek dan sering terlihat cuek dengan penampilannya. Kalo ketemu,dia akan membuka dengan senyuman yang indah, tapi diakhir kamu harus siap dicuekin. Bukan termasuk orang yg respect,tapi dg sifat bunglonnya dia bisa jadi sangat care. Kadang-kadang males mandi!! Ketika kita nyamper,apesnya, dia akan terlihat kucel. Ckck..
Tapi gak tau juga.mungkin itu perlakuan istimewa dia buat aku? Dia bisa aja nganggep gak perlu terlihat cantik di depan temennya sendiri. Wkwkwkwk!!

Mungkin inilah keberuntunganku, dimana yg kucel jadi cantik, yg jutek jadi super ramah, dan ini seperti pertama kali kami keluar bareng zaman dulu, waktu pertama kenalan.
Hehe...
Aku nggak buang-buang kesempatan buat nyuri-nyuri pandang. Hehe,
Tadi pas baru ku jemput,aku pikir aku hanya berhalusinasi ngliat dia cantik. Dan aku butuh sesuatu yang meyakinkanku...!

Pesanan datang dan mungkin inilah kesempatan curi-curi pandang itu. Ditemani obrolan santai dan dinginnya udara disekitar membuat kami betah berlama-lama disana. Aku menikmati,tapi gak tau dia gimana.hehe

Huft...!
Gak tau kenapa saat ini aku sedang gak bisa merangkai kata-kata dg apik,sama seperti biasa. Mendingan ceritanya kita cepetin aja ya? Daripada muter-muter gak jelas juga.

Oke, hujan akhir membuat kami basah ketika sampai di kediaman kakaknya si kuruz. 3.20 waktu setempat...
Konyol juga sih,si Kuruz itu. Masa' lupa sama rumah kakaknya sendiri? Kebingungan di jalan dan membuat badan ini cukup menggigil. Ah,, mungkin itu cuma alesan dia kali ya. Kan romantis tu hujan2 boncengan gitu,kaya di tipi2. wqwq,,

Ngobrol ngobrol ngobrol ngobrol...! Gak kerasa dah mau maghrib!!
Sambutan yang cukup hangat disana membuat waktu tak terasa sudah berlalu cukup lama. Nyokapnya enak diajak ngobrol,bikin orang betah. Si Kuruznya? Ihh.. Dia malah 'gak jelaz' di rumah itu.

Nah,ini ni yg gak terlupakan. Pulang di tengah gerimis halus. Aku inget temenku pernah bilang kalo gerimis yang kayak gini tu romantis. Yaelaahh..!!
Romantis sih memang .. tapi dingin buanget!! Justru disini asiknya,pikirku.
Walau badan menggigil, walau kulit serasa tak berfungsi membungkus tulang, dan walau walau yang lain,tp aku mecoba menghibur diri. Kapan lagi kaya gini gan?! Haha
Melaju pelan dan seakan hanya kami berdua di jalanan itu. Ini ceritanya kaya di pilem-pilem Indonesia yang lebay. Pokoknya dibayangin aja yang keliatannya romantis. Aku menikmatinya,gak tau dia.
Lalu,tiba2 tersesatlah kami di sebuah jalanan yang gelap gulita krn mati lampu. Gak disangka,kami nyampe di kuburan.. Hahaha
guobLoknya kami terletak disini. Sungguh!! Nyasar sampe di kuburan,gerimis,berdua,tapi romantiz.
Gt aja deh.udah habis spasinya.
Aku juga males2an nulis,jadi endingnya gak jels.kpn2 aja tak buatin cerita yg bagus,kalo aq bisa.
Bubye..

Jumat, 10 September 2010

Minal Aidin Wal Faizin Semuaa....

Malam Takbiran...


Malam Takbiran….
Allahu akbar Allahu akbar Allahu akbar…
La illaha illallahu wallahu akbar…
Allahu akbar walillahilham…
Gema takbir berkumandang memeriahkan suasana malam itu. Disana-sini diselimuti atmosfer kegembiraan setelah sukses dalam berpuasa Ramadan sebulan ini. Sesekali deru petasan dan kilauan kembang api menambah ramai suasana menjadi ungkapan kebahagiaan. Anak-anak begitu ceria bermain, berlarian, di tengah takbir dan kelap-kelip kembang api itu. Begitu pula dua sepupuku, adikku, dan aku sendiri yang malam itu juga serasa menikmati masa kanak-kanak kembali. Ya! Aku memang sengaja berbelanja petasan dan kembang api untuk mala mini. Kebetulan adikku beberapa hari lalu meminta dibelikan kembang api. Itung-itung untuk hiburan bersama lah! Jadi aku punya alasan untuk kembali menjadi anak-anak seperti mala mini. Hahaha…
Sekilas dari luapan emosi kegembiraan itu, aku mengingat masa kecilku dulu. Seharusnya ini menjadi tahun ke-19 aku mendengar takbiran( seandainya sejak bayi aku bisa mengingatnya), tapi di otakku hanya ada beberapa bayangan masa lalu. Waktu begitu cepat berlalu (begitu yang ku rasa). Masih jelas teringat ketika dulu aku kecil, pertama menempati rumah orang tuaku ini, (note: sampai aku umur 5 tahun kami sekeluarga tinggal di rumah nenek)ramadhan pertama dipenuhi dengan kebahagiaan. Seakan aku bisa melihat masa lalu, ketika rumah ini masih berupa rumah kecil yang sangat sederhana (dan sampai sekarang masih sederhana juga). Aku dan sahabatku,sekaligus saudaraku, Firman, berlarian kesana kemari bermain petasan. Serupa dengan malam ini ketika aku melihat dua sepupuku yang nampak bahagia bermain bersama. Ternyata itu sudah 14 tahun lalu berlalu. Bayangan aku kecil yang bermain bersama anak-anak kampung lain, takbiran bersama, mengaji, semua seakan memenuhi otakku. Begitu banyak hari yang terlewat dan aku merasa itu semua sangat cepat berlalu. Aku kecil seorang anak yang pandai dan dikenal dimana sebagai seorang anak pendiam, ketika kelas 3 SMP berubah menjadi seorang anak yang cerewet setelah mulai mengenal “cewek”. Itu fase perubahan kepribadianku yang aku ingat. Hari-hari dipenuhi dengan kegembiraan dan hura-hura, menutup kemilau prestasi yang aku rintis sejak kecil. Itu semua juga berlalu begitu cepat menurut ingatanku. Masa SMA yang sangat indah pun kini telah berlalu. Belasan momen takbiran tak terasa telah terlewatkan dan aku hanya bisa mengingatnya. Di situlah ada sedikit rasa menyesal bercampur sedih. Kenapa waktu terasa cepat sekali berlalu? Rasanya baru kemarin aku takut masuk SMP karena harus naik angkot sendiri ke luar kota. Rasanya baru kemarin aku bermain petasan bersama anak-anak kampung lain. Rasanya baru kemarin…

Apakah ini yang dikatakan hilangnya hikmah waktu? Seandainya kalian semua juga pernah merasakan, adakalanya kita tidak ingin waktu cepat berlalu bukan? Seperti pada bulan ramadhan. Suasana yang jauh berbeda dari hari biasanya. Ketika puasa,sedang panas-panasnya, kita berharap cepat terdengar adzan maghrib. Namun ketika hari menjelang lebaran, kada kita berpikir,”kenapa lusa sudah lebaran? Cepat sekali waktu berlalu?”

Entah apakah aku siap atau tidak. Mungkin setelah ini akan ada hari-hari lain yang aku rindukan. Termasuk malam ini! Malam dimana aku teringat akan masa kecil yang sangat indah. Aku tak ingin waktu cepat berlalu. Jika dipikirkan dan dibayangkan, mungkin tinggal 3-4 tahun lagi sebelum kehidupan baru menghampiriku,jika Allah menghendaki. Aku sudah bukan lagi seorang anak lelaki yang wajib diberi makan oleh ayah ibu. Dan 3-4 tahun itu akan berlalu sangat cepat ketika aku harus memulai lepas dan hidup dengan kaki dan tanganku sendiri.

Catatan ini aku tulis untuk masa depan, masa dimana aku akan mengingat bahwa aku tak pernah waktu cepat berlalu walau itu harus. Membuat ketupat bersama kakek kemarin malam, menyiapkan hidangan lebaran bersama ibu tiap tahun, becanda bersama ayah, semuanya seakan ingin aku ulang kembali. Aku merindukan masa itu. Ketika itu pula aku harus tersadar, jalanku semakin berat. Kesenangan masa lalu harus segera aku ganti untuk memperoleh kesuksesan…

Untuk semua waktu yang telah berlalu, aku berharap aka nada kenangan indah lagi ketika aku mengingatnya dalam kesuksesanku kelak. Semoga apa yang diawali pada malam hari ini akan terlewatkan dengan indah, dengan baik, sehingga waktu berlalu dengan meninggalkan kenangan yang juga indah.

Taqobalallah minna wa minkum, taqobbal ya karim…
Minal ‘aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin…

Salam indah untuk sebuah kesuksesan di masa depan…

Selamat berlebaran… ^^

Rabu, 08 September 2010

Aku dan Sang Pemimpi


Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh....
Selamat Pagi dunia...

Saat ini, apa yg sedang kamu pikirkan??
Pagi ini aku menyempatkan diri menonton ulang film Sang Pemimpi.
Di tengah insomnia yang menggangguku, aku berharap dapat menemukan sesuatu yang menarik di pagi ini. lalu, ini lah yang akan aku bahas untuk kalian...

saat menonton film itu, ada sesuatu yang menyuntik pikiranku. sebuah cerita yang sangat layak untuk dijadikan inspirasi itu menghipnotis sekaligus membuat ku bertanya-tanya. di balik kekagumanku,aku mulai menimbun tanya ini. "kenapa ada karya berjudul sang Pemimpi itu? kenapa ada film yang luar biasa?" atau mungkin ketika aku menonton film 3 idiots dulu aku bertanya, "inspirasi macam apa yang mengilhami karya besar dan luar biasa itu?"

aku kemudian sedikit memahami terkaan jawaban dari pertanyaanku tadi setelah menonton film 'sang Pemimpi' pagi ini. sesuatu yang luar biasa itu timbul dari motivasi kecil dalam diri kita, ditambah sedikit dorongan semangat untuk menggapainya.

di film itu, pak guru selalu mengawali hari dengan memotivasi siswanya dengan kalimat, "untuk memulai hari ini, pekikan kata-kata yang memberimu inspirasi..."
itu adalah dorongan semangat yang dia berikan untuk orang lain!
Hal lain yang menarik dari film ini adalah peran tokoh Arai yang secara tidak langsung menancapkan cita-cita dan mendorong teman-temannya untuk menggapainya. Alhasil, tanpa disadari mimpi yang ditanamkan itu sedikit demi sedikit mulai terwujud...

aku pun mulai mengingat-ingat apa yang terjadi dalam hidupku...
sejak SMA, aku mulai menemukan kata-kata yang aku anggap bisa memotivasiku.
"jangan pernah lelah bermimpi dan bercita-cita, lalu gapailah dengan usaha dan doa."
awalnya aku bingung sendiri. cita-cita seperti apa yang aku bahas disini? hingga akhir aku menginjakkan kaki di bangku sekolah,pertanyaan itu belum terjawab. Di tengah kebingunganku akan bercita-cita seperti apa, Tuhan memberiku satu takdir lain yang kemudian memaksaku mengubah rancangan cita-cita yang pada saat itu sedang aku susun. Diterimanya aku di kehutanan secara otomatis memaksaku mengubah strategi khusus yang waktu itu aku sempat buat untuk mengantarkanku menjadi seorang pengajar yang sukses. Ya! aku memang sempat ingin menjadi seorang guru, melanjutkan profesi turun-temurun dari nenek ku, tapi siapa yang menduga semua hanya sebatas rencana?
Memang tak pernah sedikit pun aku bayangkan ingin menjadi sosok seperti apa aku di kehutanan ini, hingga semester pertama aku lalui tanpa motivasi dan tujuan yang jelas. kemudian aku mulai menemukan orang-orang yang mampu menanamkan motivasi padaku,sama seperti Ikal yang menemukan Arai sebagai motivator untuknya. Disitulah kemudian timbul satu kata yang jadi cita-citaku sekarang, "Jepang." Itu juga serupa dengan yang Ikal alami. Arai datang menyuntikkan kata "Paris" di buku cita-cita pada otaknya.
Aku juga mencoba membandingkan ketika pak guru tiap pagi berkata, “…pekikkan kata-kata yang memberimu inspirasi…!” itu sama dengan yang dosenku lakukan ketika beliau berkata ,”tidak butuh otak yang luar biasa untuk membawamu ke Jepang, cukup dengan ‘mau belajar’ dan bekerja keras.”
Kemudian aku mulai lagi mencari persamaan dari semua kisahku dan film itu, tetapi sampai detik aku menulis ini, tak jua aku temukan. Kisahku masih di tengah jalan, sedangkan Arai dan Ikal telah sampai di ujung cerita. Mereka bisa menggapai cita-cita mereka dengan sedikit belajar dan bekerja keras. Sama persis seperti yang dosenku katakan. Pada akhirnya walaupun tertatih Arai dan Ikal mampu menggapai mimpi mereka. Lalu bagaimana denganku??
Disini aku harus menemukan lagi kesamaan kisahku dengan cerita itu. Sama seperti yang selama ini aku pegang teguh, aku harus menggapai mimpi dan cita-citaku dengan usaha dan doa. Aku sangat setuju dengan Ikal yang berkata, “…mimpi itu sesuatu yang indah…” karena dari mimpi itulah aku temui lika-liku hidupku. Aku sendiri akan terus bermimpi, hingga suatu saat nanti ketika aku membaca lagi tulisanku ini di masa depan, aku tidak akan menganggap Sang Pemimpi atau 3 Idiots sebagai sesuatu yang luar biasa karena aku telah menciptakan cerita di hidupku  yang jauh luar biasa dari keduanya. Aku harus bisa dan aku memang bisa!! Suatu saat Jepang bukan lagi sebuah impian karena saat itu akan ada mimpi lain yang juga lebih luar biasa…
Dan inilah jawaban kenapa ada cerita yang luar biasa seperti sang pemimpi atau 3 idiots tadi. Semua itu adalah batu loncatan untukmu menggapai cita-cita. Semua itu ada untuk membantumu menuliskan cerita lain yang lebih luar biasa dari keduanya. Cerita itu adalah bagian dari ceritamu yang akan menginspirasi orang-orang disekitarmu…
Itu adalah alas an kenapa kamu harus sedikit belajar…!
Semua harus terjadi…
Serupa dengan Ikal yang mendedikasikan semuanya untuk ayah juara satu seluruh dunia yang ia miliki, aku pun demikian. Semua yang aku gantungkan di mimpiku ini adalah untuk ayah ibu nomor satu sejagad raya!!!
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Senin, 06 September 2010

Reuni Mantan Pacar

Suatu ketika aku dan Probo (temen akrabku) terlibat dalam satu pembicaraan...
aku << Prob, Lu dah pacaran berapa kali seumur hidup Lu?
dia  >> ya, lebih dari 5 lah... napa?
aku << Lu pernah ngebayangin gak, ato seenggaknya pernah punya rencana bakal punya berapa mantan gitu...?
dia  >> kagak lah! ngapain coba kayak gitu?
aku << heh! penting lagi boy!
dia  >> buat apa?
aku << bayangin ni ya,, seandainya sebelum Lu kawin, Lu bisa jadi petualang cinta sejati pasti bakal seru... !
dia  >> maksudnya??
aku << mumpung masih muda coy, penjajakan itu wajar. gonta ganti pacar buat pilih2 itu biasa...
dia  >> iya, tau... maksudnya petualang cinta sejati itu apa?!
aku << kalo pada akhirnya kita bisa punya banyak mantan pacar, seratus misalnya, kita kan jd bisa begaya !
dia  >> huh??
aku << suatu ketika kalo kita dah pada punya bini, trs kepikiran bikin reuni buat mantan2 kita. kita pasti bakal terkenal...
dia  >> lha kok??
aku << ntar kita nyewa gedung yg besar! di depan itu pasang spanduk yg gedeeeeee banget!!
"REUNI AKBAR MANTAN PACAR SOFYAN dan PROBO"

dia  >> hahaha.. bener bener! seru juga tu...
aku << mantap!
dia  >> kalo mantanya seratus, waktu dateng ntar kita aja pasti dah bingung lupa2 inget gitu...
aku << ya kan nanti mereka kita buatin ID. "Angeline : s.26" ato "painem : p.13"
dia  >> apaan tu maksudnya?
aku << depan kan namanya. "s" itu sofyan "p" itu probo. nomornya tu no.ID mantan. hahaha
dia  >> aseemm!! masa' mantan gue painem??
aku << cocok tu... hahaha
bayangin aja deh. misal ada org lewat trs nanya, "ada acara apa ya mbak, kok rame banget?" mantan kita tu bakalan jawab, "ini reunian mantan-mantannya dia..." sambil tu cewek nunjuk salah 1 dari kita
yaelahh...
dia  >> ahaha! maknyos!! kita bakal menghuni toprank di acara2 gosip
aku << pokoknya terkenal... hahaha!!!


note :
percakapan ini mengalami sedikit pendramatisasian demi terciptanya bacaan yg aneh jika dibaca.
ilustrasi di atas berdasarkan kisah nyata yg direkayasa. barang siapa merasa mengalami kesamaan dengan cerita di atas, itu semua tidak ditujukan untuk maksud jelek. ini semua hanya untuk kepentingan hiburan semata...

Kamis, 02 September 2010

Aku jadi Mahasiswa Beneran

Assalamualakum…
Selamat malam
Ketemu lagi ya! Cukup lama nggak posting dikarenakan kesibukan mendadak, akhirnya hari ini aku memutuskan untuk menuruti hasratku bermain kata-kata.
Postingan kali ini akan menceritakan kisah hari-hari lalu yg waktu itu aku nggak sempat membaginya di blog ini.
Rabu, 1 September 2010…
Hari ini lain dari biasanya karena dengan sangat mengejutkan aku bersemangat berangkat kuliah jam 7 pagi. Biasanya aku lebih memilih bergaul dengan mimpi dan sesekali harus merelakan temanku meniru tanda tanganku di lembar absensi. Sangat luar biasa ketika aku merasakan keajaiban datang menghampiriku. Haha… mungkin karena aku dapat hidayah? Ya semoga saja! Amiin!!
Bermodalkan sedikit semangat dan tekat aku mengawali hari ini dengan bacaan basmalah. Bertolaklah ragaku menuju kelas KTA (Konservasi Tanah & Air). Sedikit informasi, aku adalah seorang mahasiswa semester 3 di Faculty of Forestry, Gadjah Mada University dengan program studi yg ku gandrungi adalah Konservasi Sumber Daya Hutan / KSDH (baca : Forest Resource Conservation).
Mata kuliah ini sangat sangat pas dengan bidangku. Aku pikir ini akan sangat membantu jika aku mau rajin dan penuh semangat mengikuti kuliah ini. Ternyata tuhan membalas semangat ku dengan memberiku dosen yg Luar Biasa ! dosen ini cukup berumur, tapi masih Nampak g4ho03lLzZ!! Walaupun terlihat gak matching dengan kostumnya (jeans biru muda + sepatu trecking kehitaman berpadu dengan batik coklat kekuningan yg serasa menyolok mata) tapi dosen ini mampu menyuguhkan suasana berbeda sehingga kelas yg penuh sesak itu dipenuhi oleh aura-aura positif. Bener-bener tulisan yg gak jelas!
Tampil apa adanya tapi sangat bisa menyuntikkan motivasi buat mahasiswanya. Setidaknya itu kesan pertama yg timbul dari gaya nyantai yg disuguhkan kepada kami.
Kelas kedua adalah Inventarisasi Sumber Daya Hutan…
Mata kuliah yg akan menyeret kami ke dalam hitungan-hitungan ber-basic Statistic yg sudah tentu bakal menjadi satu daftar warning buat aku dan teman-teman (kebanyakan) kecuali mereka2 yg cerdas dan tidak bermasalah dengan hitungan.
Untuk kedua kalinya semangatku mulai terpacu setelah dengan sengaja pak Dosen menyuntikkan kepada kami wejangan-wejangan dahsyat!
Beliau mengawali kuliah pagi itu dengan cerita tentang pengalaman dan perjalanan hidupnya. Beliau pernah belajar di Jepang! Negara yg saat ini menjadi impian ku! Sangat menarik cerita yg beliau berikan tanpa sengaja memberikan ku cambukan-cambukan positif. Kata-kata beliau yg paling mengena buat ku pagi itu adalah. “Tidak perlu orang yg cerdas atau anda menjadi super pandai untuk menjadi luar biasa. Cukup dengan anda mau belajar dan bekerja sedikit keras, anda bisa melakukan apa saja.”
Inspirasi yg luar biasa ketika beliau bercerita tentang Negara sakura menjadikan ku semakin ingin pergi kesana. Semoga saja ini bukan hanya mimpi, tapi bisa jadi sebuah kenyataan nantinya. Kesana untuk menjadi orang yang sukses. Amiin…
Kuliah ketiga : Pendidikan Kewarganegaraan…
Seorang professor yg sudah (nuwun sewu) sepuh memasuki kelas kami. Untuk ketiga kalinya datang seorang dosen yg membuatku terus menyalakan semangat kuliah pada hari itu. Hahaha..
Mau tau kenapa? Karena berulang kali dia memanggilku ‘cah bagus’ (bahasa Indonesianya anak ganteng). Walau pun termasuk dosen yg perfeksionis dan nampaknya akan sangat ‘a lot’ memberikan nilai, beliau tetap seorang motivator baik hari itu buat saya pribadi. Pengetahuan umum kami di uji pada hari itu. Semua ditanyakan termasuk nama-nama bendera negara2 maju, nama presidennya, menteri2 kabinet Indonesia Bersatu 2, sampai pelajaran sejarah pun dibahasnya. Gila banget! Semua dia hapal dan sangat up2date dibandingkan kami, mahasiswa. Ya layak banget kalo akhirnya kami dihina2 dan ditindas2 karena memang kami yg serba gak tahu. Hahaha!
Buk Puasa Bersama KSDH…
Hari itu pula aku merasa untuk pertama kalinya menjadi keluarga besar KSDH seutuhnya. Jadi panitia buka bersama membuatku berbaur dengan sesame anggota KSDH. Forestation, nama keluarga KSDH ternyata sangat menyenangkan. Menyesal kenapa selama ini aku harus sering sakit dan terpaksa gak bisa andil tiap KSDH ngadain acara. Kemudian aku menyadari, inilah keluarga ku di Jogja ini. Merekalah sahabat, teman, rekan, kakak, pembimbing buat aku selama aku hidup di Jogja ini.

Hari ini aku tutup dengan kegembiraan. Alhamdulillah..
Pertama kali menjunjung tinggi semangat kuliah, pertama kali menyadari dan merasakan kedekatan erat bersama teman2ku. Semoga ini pertanda baik buat ke depannya. Amiinn!!!

Bersambung…

Sabtu, 28 Agustus 2010

Makhluk Ber-mata Dollar sebagai Realita

Assalamu alaikum…
Salam sejahtera untuk kita semua
Sesuai janji saya kemarin, saya akan membahas tentang ‘cewek matre’ versi saya sendiri. Tulisan ini ada berkat obrolan saya dengan beberapa teman dan diskusi kami mengenai beberapa hal.

Secara real, di kehidupan kita sering sekali timbul kata matre ketika kita dikondisikan pada suatu hal. Apa sih sebenarnya arti matre itu? Istilah matre sendiri timbul ketika anda tidak lagi dapat memenuhi hasrat dan kebutuhan (yg erat kaitannya dengan masalah financial) teman special anda, atau siapa saja subjek yg anda anggap sebagai seorang yg matre. Ketika anda seorang cowok yg menemukan tipe cewek konsumtif, tetapi anda dapat memenuhi pola konsumtif tersebut, maka sampai kapanpun tidak akan timbul kata ‘cewek matre’ bagi anda. Begitulah secara singkat cikal bakal terjadinya kata matre menurut saya. Mungkin anda bisa mulai membayangkan dan mulai mengira-ngira lebih lanjut tentang definisi matre menurut anda sendiri. Silakan… Saya tidak akan berlama-lama membahas tentang definisi matre karena sudah banyak sekali tulisan yg membahas tentang ini.

Saya sedikit menggaris bawahi obrolan dengan teman saya ketika dia memasang status di FB yang kurang lebih bunyinya adalah “saya tidak mendambakan harta dsb karena yg saya ingin hanya hidup bahagia bla bla bla…”

Bagi sebagian orang tulisan itu dapat diartikan bahwa orang yg bersangkutan mempunyai pola hidup konsumtif dan mungkin dia merasa orang lain menganggapnya sebagai cewek matre karena hal tsb. Namun kemudian timbul pembelaan dari dia bahwa “saya itu sebenarnya tidak matre karena saya mempunyai alasan yg jelas untuk menemui sebuah kebahagiaan dan itu merupakan standar yg menjadi hak saya.”
Sangat bisa diterima kan apabila dia mempunyai grade kebahagiaannya sendiri? Kemudian orang mulai bertanya kenapa dia seperti itu? Lalu ada sebuah komentar dari teman juga yg menyatakan bahwa cewek seperti itu adalah cewek yg realistis dan mematok jelas masa depannya. So, untuk orang-orang yg ingin dekat dengannya harus siap dengan standar pemenuhan kebahagiaan yg dia syaratkan. Ketika cowok yg mendekat tidak mampu menyuplai standar bahagia sang cewek, maka cowok itu akan mengkategorikan cewek yg didekatnya itu sebagai cewek matre. Namun akan berbeda ketika standar kebahagiaan dari sang cewek dapat anda penuhi. Anda tidak akan merasa mendapat masalah walaupun yg anda hadapi adalah makhluk bermata dollar ($$) ($$) seperti Mr. Crabs di kartun spongebob.

Bagi anda yg mempunyai pola konsumtif di atas rata-rata, bersiaplah untuk menerima anggapan dari banyak orang yg menilai anda matre. Potensi timbulnya ‘mata dollar’ sendiri pada hakikatnya menjadi milik siapa saja. Namun, ketika anda mampu meng-handle-nya atau mungkin menempatkannya pada kondisi tertutup dalam hidup anda, orang tidak akan lagi menyertakan nama anda di depan kata ‘matre’.

Kembali ke masalah ‘realistis’…
Statement yg menyatakan bahwa tidak akan ada cewek yg mau diajak bersusah-susah mungkin benar adanya. Secara realita itu menjadi ‘tanggungan’ penuh seorang cowok. Yg perlu dimengerti adalah kewajiban seorang pria (sudah bukan cowok) ketika anda mulai serius dengan seseorang. Anda harus siap menjawab pertanyaan dari sang wanita yg mungkin akan berbunyi “kamu siap membahagiakanku?”
Kata realistis menjadi pembelaan yg paling tepat untuk anda menemukan orang yg tidak akan menganggap anda matre walaupun anda ber’mata dollar’ sepenuhnya karena mungkin ketika kata realistis itu dapat dimengerti seorang lelaki, dapat dipenuhi, dan menjadi standar minimum ‘kesanggupan’ seorang lelaki yg mulai serius, anda bisa berbahagia karena dialah makhluk yg dapat membahagiakan makhluk bermata dollar seperti anda.

Perlu diingat pula bahwa kata ‘matre’ dapat mengikuti kata ‘cowok’. Menurut saya ini bukan hal yang wajar karena sangat memalukan apabila anda (seorang cowok) mengharapkan pemenuhan kata ‘realistis’ di atas dari seorang cewek karena tidak akan ada cewek yg bertugas memenuhi kebutuhan mata dollar seorang cowok. Sangat memalukan!!!

Okay. Nampaknya saya sudah mulai kehabisan kata2. Inilah kesimpulan tulisan saya (versi saya) :
Jika anda (cewek) ingin jauh dari kata matre, maka cobalah tekan pola konsumtif anda yg berlebihan atau mungkin minimal menutupinya sampai anda benar2 menemukan seseorang yg dapat menjadi pemenuh “ke-realistis-an”. Dan untuk anda (seorang cowok), apabila anda tidak ingin berkutat dengan cewek matre, maka perkayalah diri anda sehingga ketika anda bersanding dengan makhluk bermata dollar, itu tidak akan menjadi masalah buat anda. hehehe

Sekian..
Tulisan ini tidak bermaksud menyindir atau melukai perasaan siapa pun. Saya hanya seorang remaja yg sedang berlatih menulis. Mohon maaf atas segala kesalahan dan kekurangan. Semoga bermanfaat.
Wassalamualaikum…

Curahan Hati si Alay (bag. 2)

...
Kadang cewek itu jadi makhluk yang sangat selektif, perfeksionis, sok higienis, dan mungkin juga matrealis. Itu yang menyebabkan aku berspekulasi menggali tanggapan dari dia ketika aku ajak ke tempat yang sangat jauh dari spesifikasi yg diminta ‘cewek kebanyakan’.

Setelah cukup lama terhanyut dalam suasana asik versiku itu, kami terlibat obrolan yg sangat berkesan menurutku. Aku jadi tau sedikit banyak tentang kisah cintanya, kisah hidupnya, keluarganya, dan nya-nya yg lain. Dan dari dialah kemudian aku menyadari banyak hal. Termasuk tentang bagaimana cara piker cewek yg berbeda2. Ini juga yg kemudian menjawab pertanyaanku tentang “apakah dia termasuk cewek yg tidak bisa menerima kesederhanaan atau tidak?”
Dan aku juga dapat menyimpulkan, aku memperoleh jawaban yg sangat memuaskan malam hari ini. Dia lolos dari semua sikon yg aku buat untuk mengetesnya, dia berhasil menunjukkan dirinya yg sebenarnya, dan yg paling penting dia berhasil membuat hati ini semakin mantap untuk bilang “aku tertarik padanya. Aku siap untuk mendekatinya lebih dari ini.”
Tapi kemudian aku pun berpikir. Seandainya jadi malam ini aku ‘nembak’ dia, apakah jika dia menerimaku artinya dia memiliki perasaan yg sama seperti ku? Apakah tidak lebih baik jika aku memberinya kesempatan untuk melakukan ‘tes’ dan ‘penggalian informasi’ sama seperti yg aku lakukan? Dan itu yg kemudian jadi ending cerita malam ini, bahwa aku ingin dia se-mantap perasaanku sekarang. Entah itu mantap untuk melanjutkan kedekatan kami, atau mantap untuk berhenti disini.
Walaupun itu artinya aku harus bergelut dengan risiko ‘dia bosan di tengah jalan’ , itu lebih baik daripada mengawali sesuatu dengan keragu2an.

***

Malam ini hanya ini yg bisa jari2ku tuliskan. Selanjutnya, Insya Allah aku akan mencari tahu tentang kaitan seorang cewek dengan sifat matre, seberapa besar potensi untuk menjadikan dia matre, segala sesuatu yg bisa dikaitkan dengan matre, dan pembelaan apa saja yg bisa mematahkan imej matre yg diterimakan seseorang.

Selain itu, agendaku selanjutnya adalah menulis tentang bagaimana menunggu itu menjadi solusi yg tepat untuk sebuah pemantapan hati-versiku.

Sekian, terima kasih.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Curahan Hati si Alay (bag. 1)

Selamat malam semua…
Waktu menunjukkan pukul 22.25 WaKoMY saat aku mulai lagi menggerakkan jemari menekan tombol-tombol alphabetis notebook ku. Tiba-tiba terpikirkan sesuatu untuk ku tulis lagi malam ini.
Ditemani sorak sorai para supporter Arema di TV, aku mulai mengingat kembali kejadian yang mungkin menjadi berkesan pada hari ini…
Jumat 27-08-2010, 16.18 WaKoMY…
Suara tawa keras tetangga kos dengan teman-temannya membuatku harus berhenti beribadah. Ya, tidur sore maksudnya. Hehe
Terhenyak dari mimpi, tiba-tiba aku ingat kalau sudah membuat janji untuk berbuka puasa bersama seorang teman. Reflex saja langsung tanganku meraba2 permukaan tempat tidur mencari2 HP kesayanganku. Dengan setengah sadar dan kondisi kamar yg gelap aku mencoba menggunakan thumb-ku untuk mengetik pesan untuk Dia, sebut saja Endud. ^^
Aku : “nduudd.. piye? Aku kok malah baru bangun. Rencananya gmn sore ini?” 16.17
Belum sempat dia balas smsku, aku buru2 pergi mandi. Ini dating kedua yang gak boleh jadi hal yg buruk. Hahaha.. alkisah aku memang lagi niat banget buat mencari teman special. “Ya semoga saja membuahkan hasil,” pikirku. Tiba2 hpku bergetar…
Ndud : “aku masih di kampus. Yo wis km siap2 aja. Apa gak jadi?” 16.36
Aku : “gitu deh.. ya kalo km gak cape, jd aja. Hehe.. kpn lg bias buka bareng km? ms’ iya taon dpn?” 16.45
Ndud : “y awes. Ini br aj selesai… kl udh km ksni aj, tk tnggu dtamtim*.” 16.47
Aku : ”okey.. tak solat dulu.”
Akhirnya, solat pun jadi tak konsen. Hehehe.. ngebut kaya internetan pake s*art (sensor).
Setelah solat, gak sempat aku berdandan dan mempersiapkan penampilan se-OK mungkin, aku udah kudu berangkat ke TKP. Aku Cuma gak mau Dia nunggu terlalu lama. Bisa2 ilfeel dia kalo di dating aja udah bikin BT. Alhasil, hanya kepercayaan diri yg menjadi modalku sore itu.
Ndud : ”udah blm? Tmn2ku udh pd pulang.” 17.01
Aku : ”otw..” 17.01
Bagaikan jet aku melesat, menambah ruwet padatnya lalu lintas di jalan kampus sore itu. Sampai di TKP, buru2 aku meminta maaf ke Dia. Senyum manisnya menjawab semua ketakutanku. “syukurlah…” pikirku.
***
17.16 kami melaju pelan di tengah sibuknya Ring Road Utara Jogja. Entah bagaimana mengulur waktu jadi pilihanku selain karena waktu berbuka masih cukup lama aku juga pengen berlama2 bareng dia. Sempat kami membahas beberapa hal dan akhirnya obrolan kami terhenti ketika kami sampai di tempat tujuan kami.
***
18.15 ...
Kami bergegas solat mengejar waktu. Biar dikata ini sedang momen happy2, tapi solat tetap gak boleh dinomor-duakan. Hehehe,
Berlanjut dengan obrolan ringan aku mencoba mengorek informasi tentang sisi lain dari dia. Lagi-lagi secara naluriah aku ingin sekali berlama-lama bercakap2 dengannya. Aku pun tak mengerti harus mengartikan ini sebagai apa. Cukup lama mencoba saling menukar informasi untuk saling mengenal yg saat itu ditemani kartun Spongebob sebagai pemecah hening, akhirnya kami memutuskan untuk berpindah lokasi. Aku ingat dia pernah bilang ingin melewatkan waktu dengan cara yang “asik”. Yang aku pikirkan saat itu adalah untuk menunjukkan aku yang apa adanya sekaligus untuk mengetahui apa reaksinya ketika tau bagaimana kehidupanku. Kedai Corn ‘n coffee terbuka di dekat fly over menjadi tempat singgah kami selanjutnya. Seperti biasa, gambaran lokasi sengaja saya berikan agar anda bisa mengira2 bagaimana suasana saat itu.
Trotoar tepi jalan hanya berselimut tikar sederhana dan dilengkapi dengan meja2 kecil untuk tempat makanan. Sepanjang + 15 m, berjajar meja2 yang siap di tempati. Tepat menghadap ke seberang trotoar berdiri dengan kokoh Fly Over yang di dindingnya dipenuhi lukisan2 hasil karya makhluk2 kreatif Jogja. Lalu lintas di situ cukup ramai karena terletak di jalur utama menuju stasiun. Keadaan terbuka dan ramai, sekaligus sesekali harus bertambah ramai dengan taburan suara pesawat terbang atau kereta api yang melintas menambah “asik” suasana malam ini. Setidaknya itu aku yang mengartikan. Aku sendiri gak tau bagaimana anggapannya.

Bersambung...

Kamis, 26 Agustus 2010

Cerita untuk menyadarkannya (satu postingan yg sangat sulit ku mengerti)

21.35 WaKoMY . . .
Postingan hari ini aku berniat menceritakan kejadian seru hari ini. Kejadian yang bisa membuatku ngakak berjam-jam, menghilangkan sedikit rasa sakit yg sedang ku rasakan.

Kelompok Pinus merkusii ngadain buber sore ini. Harusnya sih ada banyak anak yg dateng. Cuma, karena satu dan lain hal, cewek2 gak pada mau dateng. Alhasil, buber sore ini cuma dimeriahin oleh Pandawa + zacky. Sekedar informasi, pandawa adalah nama dadakan buat selompok anak gila yg suka nongkrong bareng. Very (baca : tua), denny, puguh, adit, dan saya sendiri. Kami terbilang nekat karena meng-klaim kegilaan kami sendiri. Tapi inilah adanya. Keadaan di jogja merubah kami menjadi edaners yg siap berbagi ceria dimana pun kami berada.
***
Pandawa sudah stand-by di rumah makan (*ngudi rejeki-red) 20 menit sebelum buka.
Kami mengubah suasana warung yg padat itu menjadi suasana 'rumah sendiri'. Dengan obrolan ringan yg sudah kami ridukan, kami menghangatkan pertemuan 5 sahabat yg sudah sekian lama tidak bersatu padu.
sambil menunggu pesanan,kami juga menantikan seorang bernama zacky. Dia adalah makhluk terkocak yg pernah saya temui di jagat raya ini. Gambaran umum untuk dia secara melintang, mirip primus. Dari belakang, rambut cukup cepak sedikit awut2an mirip Vino G. Bastian. Kenampakan secara nyata dari depan, mata belok (kalo kita ngliat sambil merem), gigi rata (besar2 dan bertaring), hidung besar, berjas dan bercelana cupu. Kalo anda susah membayangkan, ingatlah saja wajah Mr. Bean. Dia tidak jauh berbeda dg bintang tamu kami sore ini.
Sudah dapat gambaran tentang makhluk ini? Disinilah awal tawa yg bisa menghibur saya. Sebelumnya,demi kemaslahatan umat, obrolan kami yg sesungguhnya berbahasa jawa kami ubah ke dlm bhs indonesia.
"assalamu'alaikum.." dia menyapa.
"lho kok gak ada ceweknya ni?" msh dia yg bicara.
"iya ni. Cewek2 pada ngebatalin janji gara2 tau bakal ada km." very nyaut.
"asem..." kata zacky
Matanya langsung tertuju pada hidangan yg kami pesan buat dia. Nasi 2 piring + sambal + lalapan + seonggok burung goreng. Tanpa babibu dia berucap.
"kobokan mana kobokan??mbak mbak (manggil pelayan) kobokannya mana?!"
Blm dijawab sama pelayan, tangan tu anak udah nyomoL makanan.
Pemandangan yg sangat mengerikan ketika dia melahap makanan didepannya. Dia melakukan mutilasi terhadap mayat burung goreng tanpa belas kasihan. Sayapnya,kakinya, kepalanya, semua terpotong dg sadis dan kemudian dilahapnya seperti raksasa yg sedang kelaparan. Tangan kanan kiri bergerak secara aktif dan berirama menunjukkan keteraturan dg kombinasi yg sangat matang. Mulutnya dipenuhi makanan dan sesekali mengobrol dg kondisi sperti itu. Kami sampai bingung hrs menunjukkan ekspresi seperti apa. Ketika dibayangkan, aku sendiri mengkategorikannya aneh bercampur funny yg agak gimana gitu.
tuuuuuuttttt.....
Kami sudah ada di kosan jarot (baca : very).
Motivasi kami berada disini adalah utk menikmati makanan gratis seadanya yg bakal dia hidangkan. Mungkin terlalu berharap ya. lagian susah juga kalo ngarepin jarot punya makanan.
Setelah memasuki sesi santai dan ramah tamah,si zack mulai beraksi.
"heh, ada 'itu'nya gak ni leptop?" sambil berkedip2.
"opo??" veri nyautin..
"hallah itu lho..." zacky lg
"puasa... No no no." jawab very
"telpon puguh aja suruh bawa koleksinya kesini..." lanjut very
Tik tok tik tok...
Setengah jam berlalu,,
Satu jam...
Lebih...
Puguh gak nongoL juga.
Muncul ide gila dari anak2 lain.
"kerjain aja fb nya..."
Kami mulai berkutat mencoba konek ke fb. Search... Temukan puguh!
Kompakan, berlima kami ngumpat2in dia dg gaya becandaan kami. Maklum lah udah setaun kami akrab. Kami udah bisa guyon2 dg cara kami sendiri.
Eh.. Timbul reaksi dari pacarnya puguh.
"ngapain si kok pada ngomong kasar??"
Aku bls komen dia.
"itu tu puguh,masa' puasa2 ngajak nonton b*k*p?"
Terus very kasih komen juga
"poso2 le, ojo ngajakin sing ora2."
Artinya : puasa2 dik, jangan ngajakin berbuat yg tidak2..
denny ikutan juga
"mosok ning markase jarot mung arep nonton iku?"
Artinya ; masa' ke markasnya jarot cuma mau nonton gitu??
Kami semua cekikikan setelah itu. Terbayangkan gmn pucatnya muka si puguh ketika ceweknya nanti nanyain ke dia tentang itu.
Ya amplopp...
Dasar anak2 gila dan gak berperi kemanusiaan. Ngerjain temen sampai menghanguskan imej yg sudah tertulis baik selama ini.
Udah gitu, puguh gak marah pula. Cuma senyam senyum gak jelas. Akhirnya kami pula yg kudu ketawa liat muka pasrahnya...

Suasana penuh tawa tergolong sangat jarang kami temui di jogja. Itulah kenapa momen penuh kekeluargaan seperti ini sangat berkesan buat kami. Jika tulisan seperti ini tidak bisa membuat anda berpikir seberapa hangat suasana malam ini, anda coba bayangkan berada di lingkungan yg penuh dg individualisme masyarakat disekitar anda. Saat orang yg bisa anda nggap saudara mungkin sangat sulit anda temui,apa yg anda rasakan?
Jenuh? Sepi? Bosan?
semua bahkan akan mnjadikan anda seorang yg individualis juga.

Buat teman2 saya yg tidak terbiasa bergaul dan menerima adanya teman, mulai skrg bljr lah bergaul. Suasana hangat bisa anda rasakan ketika km punya org2 yg bisa meramaikan hidupmu.
Jogja adalah kota yg keras. Jangan bikin jogja lebih keras lagi karena prilaku kaku para pendatangnya

*tulisan amburadul ini ditujukan untuk makhluk2 non-sosialis yg merasa menghuni strata teratas di kehutanan UgM. Buat siapa saja yg keberatan,silakan hubungi saya.*


Wassalam

Selasa, 24 Agustus 2010

Saya Tidak Memberi Judul apapun pada Tulisan ini

Adakah di antara kalian yg pernah membohongi diri sendiri? Adakah di antara kalian yg bersahabat dengan kebohongan,pura2, ato kepalsuan? Adakah di antara kalian yg merasa harus menutupi sesuatu demi sebuah kebaikan? Dan kemudian dari situ kalian ambil kesimpulan bahwa semua demi sebuah kata,yaitu cinta?

Takdir mengkondisikan aku pada sebuah kehidupan dimana semua pertanyaan di atas dapat terjawab dengan kata 'SAYA' dan yg terakhir adalah 'YA'.
Kisah ini berawal dari satu keisengan untuk mendekatkan hati pada seorang yg -aku sendiri tak mengenalnya-. Sampai suatu ketika kami sangat dekat dan ternyata berakhir dengan sebuah tragedi yg memaksa kami saling menjauh.
Kedekatan antara dua orang mungkin akan memicu sebuah rasa yg merupakan akumulasi dari ketertarikan. Rasa itu kemudian berbuah rindu, bahagia, dan gejala lain adalah ketika kamu tersenyum sendirian tatkala mengingat kejadian bersamanya. Pernah mengalami itu? Atau kamu sedang mengingatnya?
Yang seperti itu mungkin biasa disebut dengan gejolak cinta,atau apalah sebutan buat yg demikian. Semua yg kemudian indah ketika kamu membayangkan,bisa jadi sesuatu yg sangat buruk ketika kamu mengalaminya. Dan itulah yg terjadi. Semua angan2 akan kedekatan yg diharapkan akan berbuah manis nyatanya harus berakhir pahit. Aku harus mengakhiri kedekatanku dengan 'Dia' tahun lalu, 3 bulan pasca kami dekat.
Sudah tak kan ada senyum ketika aku mengingat kejadian bersamanya. Bahkan sering hanya mengundang sebuah penyesalan dan merasa tersayangkan melewati semua itu,dulu. Akhirnya kami berjalan dengan jalan kami masing2. Dia kembali bersama cintanya dan ku labuhkan kembali hatiku pada mantan pacarku.
***
Setengah tahun berlalu pasca kami belajar untuk tidak saling mengenal. Waktu yg mungkin tepat untuk aku berganti pasangan secara periodik. Haha.. Maklumlah,anak muda. Memerlukan refresh berkala dalam menjajaki hidup.
Kemudian secara mengejutkan datang kabar buruk bahwa 'Dia' terkena musibah. Apa yg kamu rasakan ketika mendengar mantan orang yg kamu sayangi terkena musibah? Khawatir? Cemas? Ingin menunjukkan perhatianmu lagi buat dia? Atau merasa menyesal karena keadaan membuatmu tidak bisa duduk di sampingnya dan mencoba meringankan bebannya? Semua benar adanya.
Saat itu ingin sekali aku berada di sampingnya. Entah atas dasar apa keinginan itu muncul, menyeruak di tengah fakta bahwa aku dan dia kini tak mungkin lagi bersama. Fase benci yg terbungkus pahit perlahan mulai terbuka berubah luluh dan tumbuh menjadi rasa yang dulu pernah ada.
Ah.. Tapi lagi2 takdir yg membuatku harus membohongi diriku. Ketika aku ingin sekali menengoknya,aku tersadar akan janjiku pada pacarku (waktu itu-sekarang mantan pacarku) untuk tidak lagi berhubungan dg 'Dia'. Aku mencoba mengabaikan semua rasa yg ada. Aku pun berpikir, tak akan bijak kalau aku datang,sementara dia sendiri sudah bersanding dengan indah bersama pacarnya.
Aku terbukti sukses menahan keinginanku untuk kembali.
***
3 bulan lebih setelah kejadian itu. Dia sudah sembuh pasca kecelakaan yg dialaminya. Keadaan yg berbeda pun terjadi padaku. Aku seorang jomblo yg mencari cinta,sekarang. Saat ini aku sedang dlm tahap mendekati -cewek-. Lagi2 takdir memaksaku kembali berhubungan dengan 'Dia'. Rasa yg sempat 'timbul lagi' 3 bulan lalu kembali menggerogoti sanubari. Ini menempatkanku di titik keraguan antara melanjutkan langkahku mendekati -cewek- atau kembali berspekulasi dengan 'cinta lama' yg perlahan besemi kembali.
Kami (aku dan 'dia') kembali berkomunikasi. Perlahan aku mulai memberanikan diri menyapa,mendekati,sok akrab, dan lain2. Awalnya,aku pikir kisahnya dan pacarnya sudah berakhir. Ternyata aku salah. Mereka masih bersama sementara aku terjebak dalam perasaan yg 'nanggung' saat ini. Setelah beberapa hari aku merasa dekat dg dia, inilah saat aku harus kembali berbohong. Menutupi segala yg kurasa. Meng-cover semua keraguan,dll.

Malam ini datang kabar darinya bahwa kondisinya sedang memburuk. Lengannya yg patah dan belum sembuh itu kembali sakit. Apa yg aku pikirkan ketika aku tau tentang itu? "Sial, aku dimainin takdir."
Banyak sekali ketidakjelasan di kisahku. Semua berlalu begitu saja dan malam ini, 23.30 WaKoMY, pikiranku sedang berjibaku dengan segala kebohongan.
Aku mencemaskannya. Aku bingung harus berkata apa ketika dia bilang," lenganku sakit bgt dan aku harus kembali ke RS karenanya."
Aku ingin menghiburnya,tapi dengan cara apa? Aku terlalu malu kalau harus sok bijak dengan mencoba memberikan motivasi. Aku ingat betul saat dia terbaring dan mungkin -menantikan aku datang di antara puluhan orang yg menengoknya pasca kecelakaan itu-, aku malah bersembunyi di balik keraguanku. Dan sekarang ketika aku seharusnya memberinya perhatian,takdir menempatkanku pada situasi dimana aku harus menjaga perasaan cewek lain yg sedang aku dekati (dan juga perasaan pacar si 'Dia').

Dalam hati aku cuma bisa beranggapan, takdir membuatku menjadi orang yg pandai menyembunyikan perasaan. Khawatir, cemas, aku ingin di dekatnya, menghiburnya, menjaganya, semua berhenti hanya di niat. Ya, itu semua karena takdir. Dan anggapanku ini semua memang jalan dari takdirku.
Apa yg bisa aku lakukan sekarang?

***************************

Yg jelas, aku gak bisa menyalahkan apapun atau siapapun. Jalan yg aku lalui adalah efek dari penetapan pilihan yg aku lakukan. Toh pun akhirnya aku harus sedikit menyesali ke belakang, itu bukan tindakan yg benar menurut hatiku.

sekian,
Mohon maaf kl speechless. Udah khabisan spasi buat nulis.

Wassalam

Sadar Ketika Gak Bisa Tidur

fktsofyan09: Sadar Ketika Gak Bisa Tidur

Sadar Ketika Gak Bisa Tidur

Malam ini lagi2 aku gak bisa tidur. Setelah seharian bernasib tidak jelas di kampus tercinta,setelah tenaga dan pikiran tersita,aku tak kunjung dapat mengistirahatkan tubuh ini padahal jelas letih sekali ku rasakan. Sekarang pukuL 23.50 waktu kos2an mbak Yem (disingkat : WaKoMY) ketika aku memutuskan untuk mulai memainkan ibu jariku di atas keypad hp kesayanganku ini. Keadaan kamar sudah gelap,begitu pula kamar kos tetangga. Hanya ada satu suara orang bertelepon di lain kamar. Apa yang harus ku lakukan?
Tiba2 aku inget sesuatu yg aku dapatkan pasca ber-fb ria (sebelum mulai ngBlog tadi).
Aku membaca kembali status2 yg udah aku pasang hari ini. Setelah itu aku bisa menyadari betapa 'lebay'nya aku ini.haha..
Aku sedikit tergelitik ketika membaca statusku yang kurang lebih bunyinya gini,"aku ngrasa kudu cepet2 punya cewek deh,biar kalo lagi sakit gini ada yg nengokin..."
Sangat lebay dan jelas saja memicu kontroversi. Memangnya,apa sih sebenarnya fungsi dari seorang pacar buat kita?
Apakah dia seorang yg akan merawatmu ketika kamu sakit,sendirian terbaring lemas di kos2an,mau jalan keluar susah,cari makan susah,dsb?
Apakah dia menjadi orang yg setia datang ke kosmu walau hanya sekedar utk menanyakan kabarmu?
Apakah dia yg akan setia sms km,telpon km,ngilangin boring kamu pas lagi sepi,ato mungkin bikin Kamu BT pas kamu lagi hepi2??
Apakah dia..... #stop
Akan sangat panjang dan juga akan menghabiskan waktu jika saya trs menjabarkan bagaimana seorang pacar punya arti buat kita. Yang jelas,dari itu tadi kemudian aku sadar tentang apa arti statusku (di atas).
"se-sempit itu kah makna kehadiran seorang yg spesial,buat kamu,Sofyan?"
"sebenarnya tidak...!"
Aku ragu sendiri dalam memahami apa arti statusku itu dan aku sendiri pula yg kemudian membenarkan anggapan sempitku mengenai arti seorang pacar.
Ketika aku mengharapkan ada seorang yg akan memberikan perhatian lebih padaku setiap hari,datang merawatku ketika aku sakit,mendukungku dlm segala hal, atau mungkin membelaiku saat aku kesepian, ternyata di luar sana 'cewek' yang aku harapkan dengan tegas mempertahankan prinsipnya. "Senyum adalah jarak terdekat antara cewek dan cowok..." begitu kutipan dari status sahabatku.
Apa yg anda pikirkan dari pernyataan itu?
Cewek yg menutup diri? Sok alim? Jaim? Jual mahal? Tidak mau pacaran? Penganut islam yg kolot dan ortodok? TIDAK!! B.U.K.A.N!!!
Itulah makna sebenarnya sebuah kedekatan!
kita semua mungkin butuh orang spesial. Namun,arti dan fungsi dari 'dia'nya sendiri bukan sekedar merawatmu ketika kamu sakit. Harapan yg kita harus tanamkan ketika menjalin hubungan dengan seorang spesial (cewek,buat anda yg cowok, dan sebaliknya) adalah ketika anda satu sama lain bisa saling tersenyum. Senyum yg menunjukkan bermacam2 arti. Itu saja cukup! Itu artinya tidak perlu mgharap sentuhan2,perlakuan khusus,sms tiap hari, wall di fb, rayuan, gombalan, ato lainnya. Cukup mengharap akan ada senyum yg tulus yg menunjukkan dia bahagia bersama kita,dan juga senyum ikhlas kita yg menunjukkan kita pun demikian.
Apa yg anda pikirkan? Saya munafik? Cuma bisa omong?
Saya pun berpikir seperti itu. Namun saya sadar,kenyataannya inilah pembenaran terbaik dari makna sebuah hubungan.
Hmm...
So,besok lagi kalau lebay-ku kumat, aku harus banyak istighfar. aku harus memahami arti 'terdekat' antara cewek dan cowok itu mulai skrg. Begitu juga anda yg sedang membaca tulisan ini.
Silakan anda lebay kalau itu hanya untuk hiburan. Jangan sampai status anda menjadi nista di depan orang (yg anda anggap spesial) lain. Dan terima kasih atas pengalaman hari ini. Semoga,apa yg saya dapatkan hari ini membawa saya menjadi lebih baik,tapi tetap sebagai alay yg sejati. Hahaha..
Alay buat hiburan semata.
Terima kasih..

Apabila setelah membaca tulisan ini anda menyadari suatu hal,itu bukanlah disengaja. Itu hanya kebetulan yg merupakan hasil dari sebuah pengalaman.

Wassalam...

Senin, 23 Agustus 2010

Kuliah Kok Luntang Luntung Gak Jelas??

tulisan ini wujud dari kekecewaan!!
Hari pertama masuk kuliah semester ini, kita orang dibuat sebel dan BT puoL di kampus. Jadwal udah gak jelas. Tabrakan sana sini,padahal akademik udah janji bakal ngrubah jadwal. Kalo pun akhirnya kami datang, cuma ada 1 dosen yg ngisi kuliah hari ini dari yg seharusnya ada 3 mata kuliah.
Ini sebenernya yg salah siapa? Apa bisa pihak kampus berdalih ini akibat kurikulum yg baru? Hubungannya apa sama jadwal yg saling kres??
Kalo mereka niat nyalahin mahasiswa yg ngambil mata kuliah dg jadwal bentrok, kami ngrasa kami berhak melakukan pembelaan. Gmn enggak? Mata kuliah yg ditawarkan aja pas2an. Kami hampir gak punya pilihan lain selain menerima jadwal yg seperti itu adanya. Apa kami harus ngambil 15 sks semua? Kapan kami lulus kalo gt?
terus,tadi apa2an pas kami masuk kelas silvikultur, kok malah dosen yg ada di kelas invent? pake ada absen pula!! Kami rugi 1 absen. Kalo memang komit ngebikin jadwal,tolonglah dibikin yg jelas.
Kami BUTUH KEJELASAN! KEPASTIAN!! Masa' mahasiswa di universitas sekelas UGM harus luntang luntung gak jelas?? Katanya pusat riset internasional?? Buktikan mutunya donk! Kualitas!!!

Makasih!!!

# tulisan ini tidak bermaksud menentang siapapun,apalagi untuk menguji apakah UU IT bnr2 berlaku. Jadi,saya mohon maaf kalo ada yg merasa dirugikan karena tulisan saya ini #

Minggu, 22 Agustus 2010

Rasa yang Terpendam

Rasa yg Terpendam

cipt : Sofyan
intro : C G Am 2X Em

C G Am Em
Sendiri jalani hari
C G Am
Sepi tanpamu
C G Am
Setelah engkau tinggalkan
C G Am
Aku disini
C G Am
Dan ku hanya ingin kau tahu
C G Am Em F G
Tentang rasaku... Padamu...
G C G
* izinkanku mengungkapkan
Am Em F
rasa di hatiku ...
G Am Em
Hanya untukmu untuk dirimu kasih
F G
cinta ini...
G C G
Izinkanku melukiskan
Am Em F
rasa yg terpendam
G Am Em
hanya untukmu untuk dirimu kasih
F G
rasa ini ...

(abadi untuk slamanya...)

Sabtu, 21 Agustus 2010

Aku dan Hidupku yang Baru

setelah sekian lama nggak posting,tangan saya tergerak untuk kembali menekan tombol2 menorehkan kata demi kata di blog ini.
Ini adalah postingan pertama pada semester ketiga studi saya di FKT-UGM. Saya berharap tulisan ini akan menjadi tulisan yg berkesan.haha..
Saya terbiasa menulis tanpa persiapan.begitu ada keinginan,itulah saat yg tepat untuk mulai mengetik.tidak dipikirkan matang2 dan tanpa konsep yg jelas.
Yg akan saya bahas adalah kehidupan saya sekarang,yaitu sbg seorang mahasiswa semester III. Saya sendiri telah menutup semester II kemarin dg IP yg cukup baik mnrt org2 namun tidak menurut saya. Dosen Pendamping memuji saya karena saya telah berhasil terlepas dari IP 2 koma yg membelenggu saya pada semester I lalu. Alhamdulillah sekali,setidaknya walau tipis sekali dari batas aman 24 sks,saya masih bisa bernapas lega untuk sementara.kenapa sementara?karena saya masih harus menanti dan berharap nilai mata kuliah terakhir tidak jeblok untuk memastikan diri aman mengambil sks maksimal semester ini.
Saya merasa kehidupan saya berubah ketika harus bergabung dg mahasiswa lain yg berjibaku dg sks maksimal per semesternya. Hari yg dipadati jadwal kuliah,kesibukan praktikum,dan bayangan betapa capeknya menjadi seorang mahasiswa super sibuk nantinya menjadi momok yg sedang saya pikirkan. Saya sendiri adalah mahasiswa berkapasitas pas-pasan yg mencoba mengangkat kepercayaan diri mulai dari sekarang. Apa saya bisa meninggalkan gaya hidup santai yg selama ini sudah sangat melekat di hidup saya?
Ketakutan untuk berubah menjadi lebih baik sangatlah mengganggu pikiran saya. Di satu sisi saya punya motivasi,tapi di lain side saya agak ragu melangkah. Sedikit pengakuan adalah ketika saya merasa menjadi lebih baik pasca saya 'putus' dg pacar saya dulu. Inilah kondisi saya sekarang. Seorang jomblo yg mencoba memenuhi pikiran dg motivasi-motivasi selama saya bisa.
Lewat blog ini saya berharap,suatu saat ketika saya kembali kehilangan semangat tempur saya,saya bisa kembali meraihnya ketika saya membaca tulisan saya pada pagi ini.
"masih butuh banyak keringat untuk meraih cumlaude."
Saya harus kumlot!! Karena dg itulah saya bisa menebus kebodohan saya di semester pertama. Saya harus terus fight untuk bisa terus mempertahankan keadaan penuh motivasi. Jomblo mungkin bisa membuat saya lebih fokus,tapi saya yakin akan ada motivasi yg datang ketika saya mempunyai teman spesial yg bisa mendukung saya untuk terus berkarya,berprestasi,untuk diri saya,org tua , dan semua org yg mengharapkan saya bisa berprestasi.

bapak,ibu,doakan terus anakmu ini agar bisa berubah..
Amiin..

Oke..
Udah gak ada ide.saya cukupkan sekian..
Selamat sahur..